Thursday, November 24, 2016

Review Film: Fantastic Beasts and Where To Find Them


Setelah memiliki pekerjaan sama kayak pekerjaan Ron dulu ternyata emang bener ya gak bakal sempat ngurusin blog sesering ketika masih jadi pengangguran. Sebenernya bisa, cuma entah mungkin aku aja yang kurang bisa mengatur waktu dengan baik. Soalnya juga seharian udah ngadepin laptop, jadinya pas pulang ke rumah udah males banget buka laptop lagi. Atau kalau engga ya buka laptop buat ngidol soalnya jadwal ngidol berkurang drastis sejak bukan pengangguran lagi.

Yang kedua, waktu untuk seneng-seneng juga berkurang. Bener sih pulang jam 4 dan harusnya sempet lah main-main bentar tapi kasihan ibu di rumah. Biasanya kalau sore aku yang bersih-bersih rumah kan, masa harus dilakukan Ibu semua kan kasihan beliau. Lagipula cuaca Malang akhir-akhir ini gak mendukung banget, jadi mau nonton ya susah. Yah begitulah cobaan nonton Fantastic Beasts and Where to Find Them ini. Padahal seharusnya sebagai Potterhead sejati, Fantastic Beasts harus ditonton pas premiere.

Dan masalahnya juga yang bikin makin ngebet adalah ketika filmnya rilis, kan jadi viral tuh. Karena pekerjaanku berhubungan dengan berita viral mau tidak mau dan suka tidak suka ya aku harus menulis konten yang nge-bait Fantastic Beasts. Nah, gimana gak tambah baper nulis film yang pengen ditonton tapi malah belum nonton? Kan gak lucuuuuuuuuu

Tapi alhamdulillah yah entah ini mungkin orang-orang gak excited sama Fantastic Beasts atau apa, ketika aku nonton di hari Sabtu (kurang lebih H+2 atau +3 rilis) kok sepi-sepi aja gitu. Kan aku ngejar show jam 14.45 tuh sebenernya, sekalian pulang ngantor, eh tauknya jalanan Malang macetnya naudzubillah. Ya udah kupikir gak bakal sempat, jadi aku ambil jam setelahnya. Gakpapalah pulang agak sorean dikit. Kuambillah jam 15.10 sekalian sholat Ashar dulu juga maksudku. Dan alhamdulillah semua berjalan sesuai rencana.

Saturday, November 19, 2016

Cuma Pengen Cerita: Persiapan Keberangkatan

Persiapan Keberangkatan 85 LPDP Bhadrika Sagraha

Setelah dinobatkan menjadi penerima beasiswa LPDP, tentu gak afdol dong kalau belum melewati tahap PK (Persiapan Keberangkatan). Bagi semua penerima beasiswa LPDP, PK semacam peresmian bahwa mereka sudah 60% menjadi awardee. Dan 40% lainnya adalah ketika mereka sudah mulai bersekolah hehe. Sama seperti awardee-awardee lain, aku juga harus ikut PK.

Apa sih tujuan PK itu? Tujuan PK ada 3, yang pertama adalah bermain-main dengan LPDP, yang kedua bermain-main dengan awardee lainnya, dan yang terakhir bermain-main dengan tokoh nasional. Diharapkan setelah PK para awardee akan merasa lekat dan menjadi satu keluarga, baik secara lingkup personal dengan LPDP atau secara nasional. Dulunya PK sempat disebut sebagai Program Kepemimpinan dan pada waktu itu PK bisa diadakan hingga 12 hari. Woah keren banget kan?!

Thursday, October 6, 2016

What's Trend?!


Apakah sebuah tren harus selalu berkaitan dengan originalitas? Bisa ya, bisa juga tidak. Yang jelas tren harus selalu dimulai terlebih dahulu. Sayangnya tidak semua orang menyadari bahwa tren bisa dimulai dari hal yang kecil. Celetukan contohnya atau fashion sebagai contoh universalnya. Namun tak serta merta tren fashion bermula dari ide original bukan? Berkata mengenai originalitas, segala sesuatu di dunia tidak sepenuhnya original namun bermula dari sesuatu yang telah namun diberi pemanis atau manfaat tambahan untuk membuatnya berbeda. Ojek online contohnya, ojek sudah ada namun seiring perkembangan teknologi, manusia dituntut untuk mendapatkan kemudahan hanya dalam genggaman.

Yang perlu dikritisi dalam perkembangan tren dan segala yang hal yang cepat menjadi viral di masyarakat Indonesia ini adalah kemauan untuk memfilter serta memandang dari bermacam perspektif. Bahan-bahan berita di sosial media atau bahkan media massa dapat dengan mudahnya diserap oleh masyarakat Indonesia yang notabene “malas” untuk melakukan klarifikasi atas keabsahan berita yang mereka terima. Hasilnya? Cyber war dan perpecahan. Oleh sebab itu, peran media dalam menciptakan atau mendorong viralnya suatu tren berperan penting. Media harus tetap dalam koridor deliver the truth bukan twist the facts.

Wednesday, September 28, 2016

Daily Make Up Haul!!

cremevanilla's property
Setelah sempat membuat postingan blog mengenai Lip Swatch, kali ini aku akan membahas Daily Make Upku yaitu make up yang sering kupake sehari-hari (ya engga sehari-hari juga sih sebenernya). Well sebetulnya untuk mereview make up seperti ini lebih bagus pake vlog ya. Berhubung aku sendiri orangnya gak bakat videografi dan gak punya kamera yang mumpuni ditambah lagi canggung kalau ngomong di depan kamera ya udah dibahas lewat media tulisan aja cukup.

Sebetulnya aku memang bukan tipe cewek ribet yang suka pake make-up bertumpuk-tumpuk atau yang kayak dilakukan biasanya oleh beauty vlogger (aku mah apa atuh). Oh ya, aku juga menyertakan serum perawatan rambutku sekalian (pamer) ya siapa tahu ada yang cari di Google "manfaat serum X" ya kan ya dong? Jadi ya sebetulnya memang vlog lagi kekinian banget dan rasanya gak jaman banget gitu ngeblog lewat media tulisan tapi ternyata justru blog-blog tertulis beginilah yang bermanfaat bagi netizen. Karena apa? Ya karena secara tulisan konten blog akan terindeks di Google dan mudah banget ketemu ketika netizen mencari sebuah keyword bukan? #pembelaandiri #teamBlog

Sunday, September 25, 2016

Contoh Essay LPDP "Kontribusiku Bagi Indonesia"

via Inajogjabantul.blogspot.com
Karena banyak yang bertanya mengenai essay Kontribusiku Untuk Indonesia dan Sukses Terbesar dalam Hidupku sebagai persyaratan administrasi LPDP, maka saya ingin membagikan sedikit tips dan contoh essay bagi teman-teman sekalian.

Kebanyakan dari calon pendaftar beasiswa mengeluhkan ketidakmampuan mereka menulis, padahal semua orang sebetulnya bisa menulis. Namun ada orang yang bisa menulis dengan urutan yang bagus ada yang masih perlu belajar mengenai hal itu. Kalau sudah bertekad untuk mendapatkan beasiswa LPDP tentu dibutuhkan usaha untuk belajar memperbaiki hal tersebut bukan? Selain mengeluhkan ketidakmampuan untuk menulis, para calon pendaftar kadang-kadang sudah ciut duluan dengan minimnya kontribusi terhadap negara (saya juga lo). Dulunya saya juga berpikir bahwa saya tidak pernah berkontribusi signifikan terhadap bangsa namun kalau diingat-ingat lagi, buang sampah pada tempatnya juga termasuk kontribusi kan? Kecil tidak apa-apa yang penting dilakukan secara kontinu atau istiqomah. Jadi, jangan takut yang penting kita mau mencoba dan berusaha.