Tuesday, February 14, 2017

Happy Birthday Jaehyunnie!!


Sekarang tanggal 14 Februari, hari ini bukan hanya sekedar hari Valentine. Buatku hari ini istimewa karena hari ini adalah hari ulang tahun Jaehyunnie, Jung Jae Hyun, Jung Yoon Oh. Siapakah dia? Dia adalah bias utamaku dari NCT. Meskipun dulunya dia bukan bias pertamaku. Saengil Chukhae Woojae! Noona Saranghae!

Well karena ini adalah hari spesial Woojae, aku ingin menceritakan sedikit awal mula aku ngebias dia. Dari perkataanku sebelumnya, memang betul lho dulu aku gak suka sama Woojae. Pertama kali lihat dia malah kukira dia tuh kelahiran 93-94, eh ternyata dia kelahiran 97. Mukanya boros banget, aku gak suka.

Aku kenal Woojae pertama kali saat nonton EXO 90:2014, acara dua tahun lalu yang baru aku tonton tahun 2015, saat lagi ngefans-ngefansnya ke EXO. Waktu itu aku masih belum sadar pesona anak-anak rookies yang memang diperkenalkan di acara itu. Kupikir, ini siapa sih mereka kok nongol di acara idola gue? Males aja gitu awalnya.

Saturday, February 11, 2017

Review Film : John Wick - Chapter 2 [2017]


Well, postingan ini adalah postingan review film pertama tahun ini sekaligus postingan review setelah hiatus entahlah berapa bulan. Satu hal yang bikin jarang review film, selalu telat nonton. Kalau dulu karena masih punya banyak waktu untuk menyambangi bioskop atau ngantri, jadinya bisa bikin review spoiler duluan sebelum blog atau situs lain. Nah sekarang? Bisa ke bioskop aja udah bersyukur.

Sebagai pengawal tahun, aku memilih untuk menonton John Wick. Kurang lebih dua atau mungkin tiga tahun setelah John Wick pertama dirilis dan kamu bisa baca review film pertamanya di sini. Tahun ini, akhirnya Keanu Reeves kembali menyapa penggemarnya via John Wick: Chapter Two. Well, ketika tahu John Wick dibuat sekuel aku agak kecewa. Pertama, karena kisahnya terlalu dipanjang-panjangkan hanya untuk uang. Kedua, karena sekuel biasanya mengecewakan. Lalu, apakah presumsi-ku ini benar?

Saturday, January 28, 2017

Sudah Bukan Pengangguran


Sebetulnya, aku pengen menyimpan curhatan mengenai kehidupan profesionalku sih. Tapi ya karena blog ini sudah mulai jarang diurus jadi ya cuma sekedar untuk pengisi aja biar keliatan diurusi gitu. Lagipula memang setelah terjun menjadi "penulis" atau lebih tepat disebut sebagai "jurnalis", waktu dan pikiran rasanya sudah habis jadi gak sempat lagi nulis di media lain selain media milik perusahaan. I feel you, Ron! But whatever it is seharusnya gak jadi excuse untuk berhenti produktif bukan?

Alhamdulillah, setelah 9 bulan menganggur akhirnya aku berhasil mendapatkan pekerjaan. Dan gak main-main, pekerjaan ini merupakan pekerjaan yang aku banget dan udahlah pokoknya ini tuh pekerjaan yang membuatku senantiasa bersyukur. Meski memang gajinya gak setinggi akuntan perusahaan atau BUMN dan gengsinya juga gak segede kalau bekerja di perusahaan gede lainnya. Well, at least aku bekerja tidak menganggur.

Aku bekerja di sebuah portal berita. Thanks to my writing pal that gave me the opportunity to try the interview by the end of 2016. Awalnya aku gak nyangka bakal masuk sebagai bagian The Super Knight Writer, kalau mereka sebut. Dulu pernah aku kirim lamaran ke media ini tapi gak ada respon sama sekali, apa mungkin karena waktu itu aku masih kuliah? Jadi ketika writing pal-ku itu menawari pekerjaan ini aku langsung sikat saja. Nothing to lose lah yang penting kerja daripada nganggur kelamaan.

Sunday, January 15, 2017

Cuma Pengen Cerita: Jogja di Awal Tahun (3-Habis)

Sebetulnya aku gak biasa sih menulis postingan blog model series begini. Biasanya langsung 1 bagian habis gitu. Ya biasalah aku kan anaknya to the point engga kepanjangan mukaddimah. Dan sepertinya pola menulis blogku sudah agak berubah sejak akhir tahun lalu. Mungkin karena terlalu banyak baca blog-nya Ron juga kali ya? Jadi sedikit banyak terinfluence gaya penulisan dia yang pake mukaddimah panjang-panjang. Tapi ya gak sepanjang itu sih. Cuma kadang-kadang curhat aja.

Nah, di postingan kali ini lagi-lagi aku gak akan menulis terlalu panjang. Karena sebetulnya esensi dan kritikan yang kurasakan selama liburan ke Jogja di awal tahun ini sudah terangkum di postingan pertama. Just in case kalian belum baca, silahkan klik ini deh.


Dan maafkan bahwa kenyataan tidak sesuai dengan harapan. Ekspektasiku sih aku akan menulis lagi perjalanan ke Jogja bagian 3 ini berselang dua hari dari postingan kedua, nyatanya kesibukan membuatku menunda-nunda penulisan blog ini. Dan sebetulnya juga agak disayangkan sih karena akhir-akhir ini page view blog-ku semakin dikit aja. Apa yang harus aku tulis agar page view blog-ku naik? Ha ha ha

Tuesday, January 10, 2017

Cuma Pengen Cerita: Jogja di Awal Tahun (2)

Jadi, kali ini aku akan bercerita episode jalan-jalan ke Jogja di awal tahun bagian kedua. Yah, meski juga sebetulnya gak banyak orang baca. Tapi aku yakin se-gak berfaedahnya tulisanku, bakal tetap ada yang baca dan bakal tetap terindeks di Google. 

Ngeblog kali ini memang agak lebih susah daripada beberapa tahun yang lalu. Satu, entah karena aku seringkali terdistraksi oleh segala hiburan yang ada di internet. Dua, sudah males nulis dan sudah capek. Tiga, karena era sekarang lebih banyak didominasi oleh VLOG daripada Blog. Tapi ya gimana, aku tetap membudayakan untuk menulis blog. Karena seperti alasan yang sudah pernah aku bilang sebelumnya, tulisan akan lebih memudahkan orang untuk mencari informasi daripada video. Ya karena tulisan akan ada di situ-situ aja, bisa disearch menggunakan "FIND" dan juga penjelasannya lebih clear, itu menurutku sih.

Sejujurnya, aku paling malas sih menanggapi orang-orang yang malas membaca. Di satu sisi, era VLOG sangat membantu dan bagus banget karena lebih bisa memberikan gambaran nyata mengenai sesuatu yang diceritakan dalam VLOG tersebut. Di sisi lain, orang jadi manja dan malas membaca. Sudah menjadi rahasia umum bahwa orang Indonesia kesadaran membacanya sangat rendah eh malah dijejeli VLOG.

Hal ini sering banget aku temui pada anak-anak yang berkunjung ke blog-ku dan membaca tulisan mengenai Magang di OJK. It's not like I'm being bothered because you guys ask me but I just don't like your attitude of asking non-sense question which I had written on that post. Jadi, ya banyak banget anak-anak magang yang tanya hal-hal yang sudah kutulis di blog, SUDAH KUTULIS! Buat apa aku nulis di blog kalau kalian gak baca guys? Tanyakanlah hal yang lebih penting dari itu, atau kalau misal informasi di blogku kurang memenuhi ya kalian bisa akses sendiri lewat web instansi bersangkutan bukan?

Dan aku paling males kalau ditanya, "Kak, apa kirim proposal magang ke OJK bisa lewat e-mail?" Ini adalah pertanyaan yang menunjukkan bahwa si calon pemagang tidak memiliki usaha. Kenapa? E-mail kan gratis, tinggal attach-attach doang. Keliatan banget dong kalau dia ini calon-calon generasi yang maunya instan doang. Padahal, meski tidak tertulis, mengirim berkas lewat pos ke instansi pemerintah adalah hal yang dianggap paling sopan.