Indonesia : Our Richest Country

Negara kita tercinta ini memang bukan negara Super Power.
Negara kita tercinta ini juga bukan negara yang menyimpan senjata terhebat pemusnah segalanya, Nuklir.
Negara kita tercinta ini juga tak memiliki nilai mata uang tertinggi se-dunia.
Lalu, mengapa saya menyebut negara kita ini 'The Richest Country'?

1. Negara kita kaya akan Sumber Daya Alam

Lihatlah, bumi kita ini menyimpan begitu banyak kekayaan alam seperti : Batu bara, Minyak Bumi, Emas, Bijih Besi dan mineral-mineral lain. Kita ini kaya akan SDA, akan tetapi kita tak bisa memanfaatkan dengan baik. Kalau pun misalnya kita mengambil SDA tersebut, kita tidak mempunyai cukup dana dan biaya untuk mengolahnya. Dalam hal ini, yang saya maksudkan adalah kita tentu saja butuh alat-alat berat dan tenaga profesional dan ahli yang bisa memanfaatkan SDA tersebut tanpa merusak lingkungan, tanpa memberi dampak negatif pada warga sekitar daerah tambang. Yang ada sekarang, di suatu daerah penghasil batu bara di Indonesia, warga sekitar malah mengeksploitasi tanpa ada pedoman khusus dan tanpa pelatihan khusus yang walhasil malah bisa menyebabkan bencana beberapa tahun mendatang. Pemerintah kurang tanggap dalam hal ini.

Lalu apa solusinya?

Kita harus mendidik generasi penerus bangsa menjadi generasi yang maju. Yang mampu menciptakan sebuah produk atau mesin yang dapat membantu kita mengolah kekayaan SDA tersebut secara mandiri tanpa campur tangan pihak asing. Malah lebih baik kalau yang memegang perusahaan tambang di negeri ini pemerintah yang nanti hasilnya akan kembali ke rakyat sesuai dengan UUD 1945 Pasal 33. Jangan sampai generasi terdidik tersebut merasa tak dihargai oleh pemerintah. Pemerintah harus mengusahakan mempertahankan generasi terdidik tersebut dan kemudian memanfaatkan ilmu mereka untuk mengembangkan bangsa.

2. Negara kita kaya akan Hasil Pertanian

Tanaman macam apapun akan tumbuh subur di tanah Indonesia, mengapa? Karena kita adalah negara agraris. Negara yang bersandarkan pada segmen pertanian. Sebagian besar pekerjaan rakyat adalah bertani. Jadi mengapa kita harus mengimpor beras, buah, dan sayuran dari luar negeri? Apakah karena harganya mahal? Justru semakin kita mengimpor bahan makanan dari luar negeri, hidup para petani kita akan semakin memburuk. Padahal kualitas tanaman kita jauh lebih baik dari tanaman impor. Lalu mana yang kita sebut mencintai Produk Lokal?

Solusi dari masalah ini ialah :

Pemerintah sudah mencanangkan program Koperasi dan UKM bagi para petani lokal untuk mendistribusikan hasil pertanian mereka. Tinggal sekarang kita berdayakan budidaya persilangan tanaman untuk menghasilkan produk unggul dari bibit yang kita punya. Bukankah Thailand mengimpor bibit tanaman dari kita kemudian melakukan inovasi penyilangan sehingga mereka menghasilkan varietas baru?

3. Negara Kita kaya akan Biota Laut

Ironi dan paradoks, ketika melihat kehidupan nelayan di negara kita ini. Di balik kekayaan laut yang melimpah, hidup mereka sebenarnya berada jauh di bawah garis kemiskinan. Lantas dimanakah hasil kerja keras mereka? Dimanakah hati nurani para tengkulak yang tega membeli hasil tangkapan laut mereka dengan harga yang begitu murah lalu menjualnya dengan harga yang begitu tinggi? Apakah Kementrian Kelautan tanggap akan hal ini?
Negara ini negara maritim, kaya akan biota laut tetapi sekali lagi kita tak dapat memanfaatkan kekayaan negara kita. Kita bagai hidup di lumbung padi, tetapi mati kelaparan.

Apa solusi yang bisa saya sugestikan?

Pertama, pemerintah harus memajukan pendidikan pendidikan anak nelayan dan membekalinya dengan jiwa sosial terhadap nelayan yang tinggi. Jadi para anak nelayan tersebut bisa membantu daerah setempat menjadi daerah yang bisa dimanfaatkan. Sama seperti pertanian, pemerintah harusnya juga mendirikan koperasi nelayan agar nelayan tak tertipu oleh ulah tengkulak. Lalu pemerintah harus mengawasi keberadaan cukong dan tengkulak nakal.

4. Negara kita kaya akan Budaya

Dari Sabang sampai Merauke, masing-masing pulau, daerah, kota memiliki kultur adat dan budaya sendiri. Kita dipersatukan oleh ideologi negara bernama Pancasila. Akan tetapi, bagaimana bisa budaya kita yang kita banggakan itu dicuri oleh negara lain? Disinilah kesalahan kita, kita terlalu mengagung-agungkan budaya bangsa lain. Padahal budaya kita sendiri jauh lebih kaya dan beragam dari budaya bangsa lain. Kita adalah bangsa majemuk tak seperti negara lain yang terdiri hanya dari satu induk budaya. Lantas mengapa kita tidak konsentrasi pada masalah ini?

Kementrian Kebudayaan seharusnya memasukkan kurikulum pengenalan dan pelestarian budaya di sekolah-sekolah dasar. Mari kita tanamkan budaya cinta Budaya sendiri agar tidak lagi diambil tanpa izin oleh negara lain. Karena budaya itu milik kita. Indonesia milik kita. Dan sudah kewajiban pula bagi Pemerintah untuk mengurus hak paten masing-masing nyanyian daerah, pakaian daerah, atau makanan daerah sebagai langkah antisipasi agar tidak terambil secara sengaja oleh negara lain.

5. Negara kita kaya akan semangat Juang

Kemerdekaan kita bukanlah hadiah, kemerdekaan kita adalah buah kekayaan perjuangan pahlawan kita. Keberhasilan kita meraih medali emas Sea Games bukanlah hadiah, tapi hasil dari semangat juang kita. Keberhasilan putra-putri bangsa kita meraih medali emas Olimpiade Sains juga bukan sebuah ucapan terima kasih tetapi berkah perjuangan mereka demi mengharumkan nama bangsa, Bangsa Indonesia. Kita ditakdirkan sebagai pejuang, Kita adalah bangsa yang kaya akan semangat juang

Comments

  1. yah, menurut saya solusi-solusi yang anda berikan belum bisa berjalan kalau tidak ada kesadaran dari semua pihak yang bersangkutan.

    ReplyDelete
  2. semua tidak akan ada artinya jika masyarakat kita tidak bisa bersatu dan mempunyai rasa cinta kasih terhadap saudara sebangsa, para koruptor dll yang merugikan bangsa tentu tidak akan tega melakukan perbuatan keji itu jika mereka mempunyai rasa cinta kasih terhadap suaudara saudaranya di indonesia.

    ReplyDelete
  3. @ all : benar memang, pemerintah tak bisa berjalan sendiri, masyarakat dan pemerintah harus bekerja sama dalam semua hal yang telah saya sebutkan :m: :j:

    ReplyDelete

Post a Comment

Thank you for visiting my blog, kindly leave your comment below :)