Malaysian Modern Invasion

dari Harian Jawa Pos Kamis, 15 Maret 2012
Sedesa Dirayu Malaysia untuk Pindah Negara

NUNUKAN- Masalah perbatasan Indonesia-Malaysia terus saja terjadi. Selain persoalan titik koordinat yang belum beres, kini dikabarkan Malaysia pernah merayu penduduk Desa Sumantipal, Kecamatan Lumbis Ogong, Tarakan, Kaltim agar pindah negara. Bukan hanya penduduknya tetapi sekaligus wilayahnya dengan iming-iming pembangunan desa yang lebih maju di bawah naungan Malaysia. Kades Sumantipal mengaku diiming-iming gaji yang lebih besar jika ia mau pindah negara. Tawaran tersebut disampaikan oleh anggota Perwakilan Rakyat Malaysia ketika berkunjung ke perbatasan...




Bukti bahwa pemerintah kurang memperhatikan kesejahteraan penduduk perbatasan mulai terlihat jelas. Konsentrasi pemerintah bagi pembangunan wilayah perbatasan masih jauh dari kurang. Maka tak salah apabila kesetiaan WNI perbatasan terhadap NKRI patut dipertanyakan. Jika masalah seperti ini tidak ditindak lanjuti, maka Negeri Jiran bisa dipastikan semakin terang-terangan melakukan pembajakan wilayah, mereka akan semakin merajalela merayu WNI agar mau menjadi warga negara mereka.

Sebelum Malaysia melakukan tindakan lebih jauh, maka Pemerintah seharusnya lebih memperhatikan kesejahteraan mereka, bukan hanya janji. Seharusnya, pembangunan di daerah perbatasan lebih digiatkan, hanya jangan dikorupsi atau mempermasalahkan kenaikan BBM.

Berilah perhatian yang lebih pada masyarakat daerah perbatasan agar kesatuan NKRI tetap terjaga. Selain itu, bekali daerah perbatasan dengan anggota angkatan yang selalu setia terhadap NKRI dan mau menyosialisasikan keutuhan NKRI.

Sekali lagi, Hal ini patut menjadi konsentrasi pemerintah untuk keutuhan NKRI yang kemerdekaannya sudah susah payah diraih oleh pejuang Bangsa kita terdahulu.

Comments