Alternatif Susu Hewan Memamah Biak Selain Sapi

Susu, syarat terakhir sebagai pelengkap kebutuhan gizi manusia ini tak hanya berasa enak namun juga kaya manfaat. Kandungan gizi yang dimiliki susu sejak dulu dipercaya sebagai penunjang kebutuhan kalsium yang berguna untuk pertumbuhan dan pembentukan tulang dan gigi. Selain itu, semua manusia baik hitam maupun putih, tua muda, anak-anak dewasa, laki-laki dan perempuan menyukai susu. Sayangnya, ada beberapa orang yang tidak toleran terhadap protein susu sapi.
Untuk itulah, timbul inovasi dengan mengganti susu sapi dengan susu kedelai. Padahal, selain sapi masih ada hewan memamah biak lainnya yang juga menghasilkan susu dan tentu saja jika dilihat dari sudut pandang agama pun masih termasuk kategori halal. Asalkan cara mendapatkan dan cara mengolahnya sesuai syariat yang sudah ditentukan Sang Pencipta lewat Kitab Sucinya.

Q.S An Nahl : 114. Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.
Dari beberapa macam hewan ternak, yang tentunya juga dihalalkan Allah dalam Al-Qur'an kita bisa mengambil manfaat susu yang tentunya memiliki kandungan gizi yang lebih baik dari yang dimiliki susu sapi meskipun susu sapi terdengar lebih familiar untuk pertumbuhan dan perkembangan anak-anak. Dalam postingan saya di blog ini saya akan menjelaskan beberapa hewan memamah biak yang bisa diambil susunya dan karakteristiknya adalah sebagai berikut:
  1. Susu Kambing
    Meski susu kambing mulai populer di Indonesia, namun penyediaannya belum sebanyak susu sapi. Jika pada sapi perah dikenal keturunan Holstein sebagai penghasil susu utama, di keluarga kambing yang terkenal sebagai penghasil susu adalah jenis Saanen. Jenis-jenis kambing penghasil susu lainnya, ada Nubian (penghasil sedikit susu dengan kadar lemak tinggi), Ettawa, Toggenburg, LaMancha, Oberhasli, dan Alpine.

    Komposisi gizi: Susu kambing mengandung kadar laktosa yang sedikit lebih rendah jika dibandingkan dengan susu sapi. Kondisi ini sangat baik bagi orang yang mengalami lactose intolerance (alergi susu akibat kurangnya enzim sehingga penyerapan laktosa tidak berjalan sempurna).

    Susu kambing mengandung asam lemak berantai pendek dan sedang, hal ini membuat lemak susu kambing lebih mudah dicerna tubuh untuk menghasilkan energi sehingga tidak tertimbun sebagai lemak atau kolesterol. Hanya saja kandungan asam folat dan vitamin B12 pada susu kambing cukup rendah.

    Cita rasa: Bau dan rasa susu kambing murni sangat spesifik yaitu sedikit berbau kambing. Ada kalanya bau agak tajam karena pengaruh pakan. Susu kambing murni rasanya, sedikit manis dan berlemak.
  2. Susu Unta
    Unta berpunuk satu sudah dikembangbiakkan di daerah Selatan Arab Saudi sejak 3000 SM untuk dimanfaatkan daging dan susunya.

    Komposisi gizi: Kandungan protein dan komposisi asam lemaknya yang unik, membuat susu unta tidak menggumpal ketika diasamkan. Itu sebabnya susu unta tidak bisa dijadikan keju. Dibandingkan dengan susu sapi, susu unta mengandung lebih sedikit lemak dan laktosa, sementara kandungan potasium, zat besi, dan vitamin C-nya lebih tinggi. Selain itu, sebuah penelitian telah membuktikan bahwa susu unta mengandung kolesterol 40% lebih rendah dari susu sapi. Soal kandungan mineral, susu unta boleh dibanggakan, karena sodium dan magnesiumnya cukup tinggi. Vitamin A, B2, asam folat, dan asam pantolenat pada susu unta terdeteksi lebih sedikit jumlahnya dibandingkan susu sapi. 
    Cita rasa: Susu unta biasanya memiliki rasa manis dan tajam, tetapi ada juga susu unta yang terasa asin dan berair (tidak pekat).
    Kualitas susu unta ini dipengaruhi oleh jumlah anak unta, usia, lamanya unta menyusui anaknya, kualitas pakan, dan jumlah air yang tersedia.
  3. Susu Kuda
    Selain populer di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, susu kuda liar juga dikembangbiakkan di Sukabumi, Jawa Barat.
    Komposisi gizi: Susu ini lebih dikenal karena khasiatnya sebagai obat untuk meningkatkan sistem imunitas tubuh dan menstimulasi pembersihan organ dalam tubuh. Kuda yang diperah susunya adalah kuda yang hidup bebas mencari makanannya sendiri. Susu kuda mengandung kalori yang lebih rendah dibandingkan susu sapi (44 Kalori per 100 gram). Lemak dari susu kuda kebanyakan lemak tak jenuh (polyunsaturated). Asam lemak rantai pendek ini membuat susu kuda mudah diserap tubuh.
    Kandungan laktosa susu kuda lebih banyak daripada susu sapi. Hal ini perlu menjadi perhatian pada orang-orang yang intoleran terhadap laktosa.
    Cita rasa: Susu kuda terasa gurih dan creamy. Warnanya putih kekuningan dan biasanya dijual dalam bentuk segar maupun sudah diolah.
  4. Susu Kerbau
    Susu kerbau hanya dikonsumsi di beberapa daerah di Indonesia, antara lain di daerah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, Sumbawa dan beberapa daerah lainnya.
    Komposisi gizi: Kandungan laktosa, lemak, protein, kolesterol, dan asam lemak jenuh pada susu kerbau terhitung lebih banyak dibanding susu sapi. Bahkan, kandungan lemaknya dua kali lebih banyak daripada susu sapi.
    Susu kerbau mudah dikenali dari warnanya yang putih bersih. Bahkan, lebih putih dari susu sapi. Warna putih ini disebabkan oleh sedikitnya kandungan pigmen karoten kuning yang biasanya merupakan tanda adanya kandungan vitamin A. Susu kerbau mengandung sedikit air, itu sebabnya susu ini mudah diolah secara variatif menjadi mentega, keju, susu kental manis, es krim, dan yoghurt. Karena teksturnya lebih pekat daripada susu sapi, susu kerbau menjadi lebih hemat ketika diolah.
    Cita rasa: Lebih halus dan tidak meninggalkan jejak rasa asam.
  5. Susu Domba
    Komposisi gizi: Sama seperti halnya susu kambing, susu domba memiliki molekul lemak kecil, sehingga lebih mudah dicerna ketimbang susu sapi. Susu domba juga bisa menjadi susu pengganti bagi mereka yang alergi terhadap susu sapi atau susu kambing. Kandungan mineral, seperti kalsium, fosfor, seng, dan vitamin B kompleksnya mencapai dua kali lipat susu sapi. Sayangnya, kandungan lemak jenuhnya sangat tinggi.
    Cita rasa: Pekat (kental) dan rasanya agak manis.
  6. Susu Keledai
    Komposisi gizi: Susu kedelai yang berwarna putih bersih, dianggap sebagai obat terbaik oleh masyarakat Yunani. Kadar asam lemak, mineral, serta vitamin A, B, C, D, dan E-nya sangat tinggi. Itu sebabnya susu ini bisa mencegah penuaan, mampu meregenerasi kulit, dan menjaga kelembaban kulit.
    Cita rasa: Karena mengandung sedikit lemak, susu ini lebih encer dari susu sapi
Nah, masing-masing hewan memah biak yang sudah saya sebutkan di atas memiliki kelebihan masing masing atas susu yang diproduksinya, sekarang masalah inovasi pengolahan susu mereka agar baik untuk dikonsumsi anak-anak agar dapat tumbuh sehat dan cerdas. Dibutuhkan alat produksi yang tentunya steril dan higienis untuk menjaga gizi susu tetap baik dan siap diterima tubuh. Tentu dalam hal proses produksi juga dilihat halal atau tidaknya proses produksi yang dijalankan oleh pabrik susu tersebut.

Comments