Esensi Pendidikan Karakter

Pendidikan berkarakter mulai digalakkan di berbagai institusi pendidikan dewasa ini, pendidikan berkarakter mulai diterapkan dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Diharapkan dengan menerapkan pendidika berkarakter maka akan terbentuk Sumber Daya Manusia yang unggul dari segi intelektual dan juga segi kepribadian. Sayangnya, tak banyak orang mengetahui esensi Pendidikan Berkarakter, Apa definisinya? Apa tujuan dan manfaat diterapkannya? Bagaimana cara menerapkannya dalam penyampaian dalam kehidupan belajar mengajar? Maka dari itu, Saya akan mencoba memberikan gambaran  dari sudut pandang Saya.

    Pendidikan berkarakter bukan berarti pendidik memiliki keunikan karakter dalam cara mereka menyampaikan ilmu pada peserta didik. Pendidikan berkarakter dalam makna konotasi berarti pendidik secara langsung maupun tidak langsung dalam menyampaikan materi pendidikan terhadap peserta didik turut andil dalam pembentukan karakter kejiwaan mereka. Pendidikan berkarakter lebih sering disebut dengan soft skill yang berarti pendidikan kepribadian. Pendidik diharapkan bisa membantu mengembangkan kepribadian peserta didik ke arah yang lebih baik sehingga Sumber Daya Manusia yang cerdas dari segi intelektualitas dan kepribadian bisa terbentuk.

Implementasi di dunia nyata
    Kemunculan Pendidikan Karakter sepertinya tak lepas dari beberapa kasus krisis moral yang terjadi dalam tubuh masyarakat. Jika kasus moral ini tidak tertangani sejak dini maka dikhawatirkan, generasi muda Indonesia akan hancur dan Indonesia menjadi Negara miskin bukan menjadi Negara berkembang lagi. Pendidikan Karakter memiliki tujuan untuk membentuk masyarakat madani yang sadar hokum dan patuh terhadap norma yang berlaku dalam masyarakat. Bentukan sumber daya manusia dari pendidikan  karakter ini sekali lagi diharapkan membawa perubahan positif bagi bangsa dan Negara Indonesia sendiri. Pendidikan karakter tidak membatasi cara berpikir masyarakat selama pemikiran tersebut positif dan sesuai dengan norma yang berlaku. Pendidikan karakter memberi kebebasan terhadap kekayaan intelektual. Namun, pendidikan karakter membatasi tindakan di luar kebiasaan yang dikhawatirkan akan memperburuk situasi ekonomi maupun politik Negara. Jadi, tujuan pendidikan karakter sebenarnya adalah mengembalikan kejayaan bangsa agar Indonesia mampu duduk sejajar dengan Negara maju lainnya tanpa menghapus kepribadian dan adat ketimuran yang dijunjung tinggi dalam kehidupan bermasyarakat.

    Manfaat Pendidikan Karakter sendiri ada banyak jenisnya baik yang dirasakan secara langsung maupun tidak langsung. Pendidikan karakter membentuk kepribadian generasi muda Indonesia menjadi pribadi yang berjiwa kompetitif, tangguh, bermental juara, selain itu pendidikan karakter juga mengedepankan sisi etika dalam bermasyarakat. Pendidikan berkarakter membantu memperbaiki kepribadian buruk (bad manner) yang ada dalam diri seseorang. Membantu seseorang yang kurang memiliki akhlakul karimah menjadi seseorang berakhlakul karimah. Pendidikan berkarakter menjadi semacam dasar bagi seseorang dalam hidup berbangsa dan bernegara, menggunakan falsafah Pancasila sebagai pedoman agar tidak terjadi lagi perpecahan antar suku, korupsi di tubuh politik pejabat, kerusuhan dan gerakan separatis organisasi yang tidak bertanggung jawab di masa depan. Nyatanya, Pendidikan Karakter sejauh ini berperan penting agar keutuhan Negara tetap terjaga dan masa depan Negara juga menjadi lebih cerah.

Instansi pembentukan pendidikan karakter
    Pendidikan berkarakter dalam implementasinya dapat dilakukan dengan berbagai cara. Selain tersaji dalam bentuk teori, Pendidikan Karakter nyatanya lebih mudah diterima oleh peserta didik dengan metode praktik. Mengapa? Karena mindset manusia menganggap implementasi secara praktikal lebih nyata dan mudah dipahami daripada pemberian materi secara berlebihan. Contohnya disiplin membuang sampah pada tempatnya, semua orang seharusnya bisa melakukannya. Sayangnya, kesadaran masyarakat untuk mengimplementasikan hal sesederhana itu masih minim. Sedangkan, banyak plakat dan kampanya mengenai “Menjaga Bumi untuk Masa Depan dengan Membuang Sampah pada Tempatnya” hanyalah sebuah slogan tanpa tindakan nyata. Manusia butuh contoh nyata sebagai dorongan untuk membuat mereka berubah. Satu saja orang yang mau mengimplementasikan ide sederhana tadi menjadi sesuatu yang nyata maka orang lain akan ikut mempraktikkannya. Oleh karena itu, cara pertama untuk menerapkan Pendidikan Karakter adalah tindakan nyata agar orang lain juga turut melakukan hal yang sama.

    Cara kedua, pembentukan aturan yang tegas. Tidak hanya aplikasi secara riil, terkadang untuk membentuk masyarakat madani kita membutuhkan peraturan yang tegas dengan sanksi yang tegas pula. Dan disini yang perlu digaris bawahi adalah pembentukan sanksi tersebut harus benar-benar dilakukan, sanksi tidak berperan hanya sebagai ancaman atau symbol penekanan agar masyarakat mempraktikkan pendidikan karakter secara riil. Masih menggunakan contoh membuang sampah pada tempatnya. Jika memberi contoh nyata masih belum  cukup kuat untuk membentuk masyarakat yang sadar kebersihan maka dibutuhkan aturan tegas agar mereka mau mematuhinya. Seperti di Singapura yang membuat aturan tegas mengenai kebersihan, kita semua tahu akan hal itu. Di Negara kita, ironisnya peraturan dibuat hanya sebagai bacaan bukan sebagai pedoman berkehidupan berbangsa dan bernegara. Sanksi yang dibuat petinggi Negara pun dengan mudah mereka patahkan sendiri dengan member contoh tidak layak ditiru masyarakat. Maka dari itulah, Pendidikan Karakter sekali lagi menjadi hal fundamental yang esensial untuk membentuk pribadi berjiwa kepemimpinan yang bertanggung jawab.

    Tentu saja, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, menjadi pendidik bukan hanya cerdas membentuk generasi yang memiliki intelektualitas tinggi tetapi juga membentuk generasi berjiwa kepemimpinan bertanggung jawab dan berakhlak mulia. Oleh karena itu Pendidikan Karakter perlu diterapkan sejak dini, agar sumber daya manusia yang kepribadian baiknya sudah terbentuk tidak mudah terdistorsi oleh kekacauan yang terjadi dalam tubuh masyarakat sehingga muncul pemimpin masa depan yang diidam-idamkan masyarakat Indonesia membawa perubahan positif bagi bangsa dan membantu mengankat derajat masyarakat Indonesia di mata dunia. Untuk tujuan mulia tersebut juga, diharapkan seluruh alumni Universitas Negeri Malang yang dikenal sebagai Universitas Pendidikan berhasil menyerap esensi Pendidikan Karakter dan membawa pengaruh positif dari hasil pembentukan Pendidikan Karakter dalam diri mereka ke masyarakat luas.

Oleh : Agista Rully Saraswati
Mahasiswi Fakultas Ekonomi, Jurusan Akuntansi
Universitas Neger Malang

Comments

  1. nah ini tugas buat PKPT yaaa. hehehehehe. udah dipublish aja. kan belum pkpt hehehehe. . . cayo buat maba FE UM anak akuntansi pula istimewa tulisan2nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Uye min, sekedar sharing buat menginspirasi maba lain hehe. Ah Mimin bisa aja :$

      Delete
  2. sip. tapi hati2 dicontek lho hehehehehe. . . .mimin juga anak akuntansi lho cuma sudah uzur. hehehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. mimin tahulah mana penulis yang asli :D
      eh mimin yang mana sih ini? yang anonimus boi apa yang mimin harmadhani?
      udah uzur? kelamaan di kampus sih :D

      Delete
  3. nah mari kita adakan tebak mimin. siapa mimin twitter yang mana yang mimin blog. siapa anonim boy, siapa harmadhani. hehehehehehe nanti kita jumpa di FE tanggal 6 :)

    ReplyDelete
  4. Tetapi adalah suatu studi atau penelitian sejauh mana pendidikan karakter ini telah diterapkan di sekolah-sekoalah di Indonesia?

    ReplyDelete

  5. Thanks gan udah share , blog ini sangat bermanfaat .............................



    bisnistiket.co.id

    ReplyDelete

Post a Comment

Thank you for visiting my blog, kindly leave your comment below :)