Review Film : The Amazing Spiderman

Actually, I was really not interested with this movie because the main role had been changed with other guy and I thought It wasn't suitable. Indeed, I watched this movie exactly at the date it was released, TODAY! I got surprised and amazed. I thought this movie little bit like the title amazing!
Yak, The Amazing Spiderman memang film liburan musim panas yang paling ditunggu tahun ini. Siapa sih yang tidak mengenal sosok pahlawan laba-laba ini. Karakter karangan Stan Lee ini menjadi idola utama untuk tokoh superhero luar negeri setelah Superman tentunya. Semua orang kenal Spider Man semua orang suka Spidey!

Di tangan Marc Webb, film ini dikemas dalam bentuk dan rasa yang benar-benar baru. And I have to say that the story, TOTALLY DIFFERENT! Perbedaan besar inilah yang gue rasa menjadi sisi plus sekaligus sisi minus film ini. Kalau banyak orang lebih menyukai versi 2012, gue sendiri masih bingung sama perasaan gue *ciyeeehh* menurut gue bagus sih Peter Parker yang diperankan oleh si Andrew Garfield ini lebih bersifat rebel, namun karena karakternya yang engga nerd seperti Peter Parker nya Tobey Macguire ini juga sekaligus bikin gue kecewa, "Loh kok Peter Parkernya jadi playboy, naughty, kebanyakan bacot, and always said 'Are You Serious?' gini?" Sesuatu yang aneh menurut gue. Tetapi gue suka ide si sutradara membentuk karakter baru Peter Parker kita ini. Peter Parker tetaplah bocah jenius namun di tahun 2012 ini dia lebih 'berani' dan konyol. Dan engga ada lagi Mary Jane Watson yang dicintai Pete adanya Gwen Stacy yang Damn! So Hot!

Ada beberapa hal yang membuat Andrew Garfield bisa gue bilang engga sukses meranin karakter Peter Parker atau mungkin balik lagi karena udah diplot sedemikian rupa oleh sutradara. Peter Parker yang ini terlihat lebih mudah gusar, gelisah, dan resah. Peter Parker yang ini lebih canggih karena menggunakan soft lens, bukan lagi kacamata. Peter Parker yang ini bukanlah korban bullying Flash, rival di sekolah, juga bukan korban bullying Kepala Redaksi Koran New York Times. Selain itu Peter Parker yang ini lebih metroseksual dengan jambulnya. Dan Peter Parker yang ini lebih agresif dalam hal percintaan. Peter Parker 2012 bukanlah secret admirer tetapi open admirer. Dan intinya tetep, gue merasa kehilangan sosok Peter Parker yang gue sukai :(

Beralih dari Role main character ke cerita, sebuah film yang disorot paling utama adalah ceritanya. Well, the scriptwriter is smart enough creating this movie. Ceritanya oke, sosok Spider Man digambarkan lebih manusiawi sehingga terlihat lebih logis untuk dicerna. Mulai dari gadget yang dibuat Peter sendiri untuk menembakkan jaring, perjuangan Peter ketika tertatih-tatih menuju Oscorp Tower, dan yang paling konyol sih, meskipun dia superhero dia tetap bersahaja dengan menggunakan handphone untuk make a call *such a silly superhero*

Marc Webb sepertinya sedikit bingung sama tokoh antagonis yang dipilih sebagai tandingan Spiderman. Awalnya, sama seperti di Spiderman 1 yang menceritakan penjahat yang telah dibantu oleh Peter eh ternyata penjahat itu membunuh Uncle Ben, akhirnya Peter balas dendam. Kemudian, kita bakal mengira juga bahwa penjahatnya tetap Green Goblin karena nama Norman Osborne disebut-sebut, dan Bapaknya Gwen itu loh mirip sama pemeran Norman Osborne. Ketiga, akhirnya si sutradara lebih milih Dr. Curtis Connor sebagai lawan Spiderman (ingat Dr. Octopus?) semacam itulah.


Gue sebetulnya engga sreg juga sih sama lawannya Spiderman yang ini, kok kayak kurang keren gitu lo. Di Spiderman 1,2,3 aja lawannya keliatan banget kuatnya kalau disini kok kayak gampang banget dikalahin. Dan apakah harus monster kadal? Hello?! Engga ada pilihan lain gitu selain mutasi genetis kadal? Oh ya, ketika Uncle Ben meninggal karena dibunuh penjahat yang dibantu Peter sebelumnya ceritanya sebenarnya sama namun dalam kasus yang berbeda (kalau penasaran lihat sendiri lah) dan disini jeleknya, Misi Peter untuk menuntaskan dendam Uncle Ben engga kesampean, jadi semacam gantung dan you'll say "What the?!" di sisi lain, film ini benar-benar pointless. Intinya engga kena, tapi si sutradara cukup pintar untuk membuat kita tetap menonton film ini dengan joke-joke yang segar dan alur cerita yang well TOTALLY DIFFERENT itu tadi.

Setelah ngomongin akting dan cerita engga afdol kalau belum ngomongin grafis. Asli, ekspektasi gue belum terpenuhi semua. Engga seperti The Avengers ya, Grafis Monster kadalnya gue rasa masih kasar. Hello? Are you serious? This is hollywood man

Entahlah gue enjoy nonton film ini tapi gue rasa gue engga terlalu puas dan engga terlalu kecewa juga. Dan ketika adegan Spidey ditangkap sama bapaknya Gwen, kok bisanya kamera ngeshoot his ass, kalau bahasa 9gag nya sih DAAATTT ASS!

Overall, gue kasih nilai 7.9/10 buat film ini, Recommended for teenage not recommended for kids. Beware of hot Peter's scene :|

Comments

  1. just a comment : "you write it....very good....two thumbs up for u"

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks if you enjoy reading my review and big thanks for dropping by

      Delete
  2. The Untold Story.... tp premis ceritanya sama kayak versi Raimi cuma beda di karakter sama cerita tentang orang tuanya itu, kalo yang pernah baca komiknya pasti lebih suka yang ini soalnya banyak yg g menyimpang dari komik ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. tetapi pemilihan karakter memang dibuat berbeda agar film berasa baru, benar-benar keluar dari plot yang sudah ditampilkan Raimi

      Delete
  3. *spoiler alert,
    aku belum liat gee. baca ini jadi bikin ngiler.
    aish~.

    ReplyDelete
    Replies
    1. lihat o :D lumayan lah buat ngisi liburan, cukup menghibur

      Delete

Post a Comment

Thank you for visiting my blog, kindly leave your comment below :)