Jabatan Bukanlah Warisan

Pilkada masih belum dimulai, tapi orang-orang yang mau mencalonkan diri sebagai Walikota Malang untuk periode selanjutnya sudah berlomba-lomba memampang foto mereka di banner-banner dan baliho-baliho di pinggir jalan. Tak semua calon melakukannya, tetapi kita sebagai warga Malang tahulah siapa yang sudah mencuri start dan foto siapa yang sering sekali kita temui di pinggir jalan.


Ia menahbiskan diri sebagai 'Bunda Kita Semua', Ia adalah istri Walikota Malang saat ini. Tak perlu sebut nama kita sudah tahu siapa beliau bukan? Yang Saya herankan, bukan hanya dia mencuri start kampanye. Tetapi obsesinya menggantikan suaminya. Sejak berlakunya undang-undang kekuasaan yang hanya 5 tahun dalam 2 periode, maka orang pun mencari jalan lain agar rezimnya tak terganti. Jika ia tak bisa mencalonkan diri lagi menjadi penguasa daerah, maka sanak terdekat pun jadi. Pertanyannya, Apakah jabatan merupakan warisan?

Jika ya, maka hendaknya kita refleksikan sejenak. Bukankah ini termasuk penyimpangan demokrasi? Begitu kata para petinggi politik pada zaman Pak Harto dulu. Mereka berdalih berkuasa selama kurang lebih 35 tahun adalah sebuah penyimpangan demokrasi, rezim kediktatoran, korupsi terselubung, dan sebagainya. Tidakkah perbuatan pejabat politik sekarang lebih buruk? Mereka melakukan dengan cara lebih halus dan lebih terselubung dalam kasus pergantian rezim. Jika Pak Harto secara terang-terangan menjadi presiden selama 7 periode, maka orang-orang ini (pejabat politik tahun 2012) melakukannya secara terselubung. Mereka tak mau rezim mereka tergantikan, tak mau kekuasaan mereka jatuh ke tangan yang lain dengan cara mewariskan tahta mereka. Tidakkah itu lebih hina daripada terang-terangan memegang kuasa secara penuh?

Mungkin ada di antara kalian yang tidak sependapat dengan Saya, Anda bilang kan belum tentu dia menjadi Walikota sungguhan. Ada beberapa spekulasi disini. Satu, Beliau sudah mencuri start kampanye sebelum ada aba-aba kampanye. Kedua, Anda melihat sendiri bagaimana Beliau memperlakukan masyarakat Malang saat ini, untuk apa? Untuk mencari muka dan akhirnya mendapatkan suara yang banyak. Kalau kita mau berpikir positif, bisa jadi memang Beliau memerintah lebih baik dari suaminya. Tetapi Saya rasa tidak, Saya rasa beliau hanya menjadi alat bagi suaminya. Beliau menjadi simbol pemerintahan sedangkan suaminya menjadi penggeraknya.

Tetapi kita tidak akan tahu apa yang terjadi bukan?
Untuk itu, Saya hanya bisa menghimbau warga Malang agar memilih dengan bijak pada saat pilkada nanti. Jangan memilih karena Beliau adalah istri Walikota, jangan memilih karena Beliau memberi Anda bantuan yang dipertontonkan di Televisi karena itu hanya kamuflase, jangan memilih karena Beliau telah mencuri start. Setidaknya, Jika memang Beliau berjiwa pemimpin dan kita dapat merasakannya, barulah Anda memilihnya. Jadilah pemilih yang cerdas untuk meningkatkan taraf hidup bangsa.

Comments

  1. eits bunda cp tuh. hehehehehe namanya juga indonesia. kesiapan untuk menjalankan negara demokrasi tampaknya memang belum siap. yang penting jangan sampe jotos2an lho ya. hehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bunda kita semua katanya hehe. Pasti dong min, demokrasi sebenarnya harus ditegakkan dengan cara yang damai

      Delete
  2. setuja,... tetapi juga harus tetep demokrasi yang sehat dan benar. yang penting bukan campaignnya tapi amanahnya dijalankan apa tidak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. masalahnya min, zaman sekarang kalau engga dimulai dari kita dan adik-adik kita, tak akan ada pemimpin yang mengabdi untuk negara tetapi pemimpin yang berkuasa untuk kepentingan perutnya sendiri

      Delete
  3. untuk itu mari belajar berorganisasi dan berdemokrasi dengan BENAR dan SEHAT. pahami dengan betul sesuai dengan pemikiran kritis kita dan sesuaikan dengan etika moral menurut hati nurani kita. jika sudah maka anda akan tahu sendiri mana yang seharusnya anda yakini, mana yang harus diperbaiki, dan mana yang harusnya kita budayakan.

    jangan membudayakan kebohongan untuk publik. jika terus kita lestarikan maka indonesia akan jadi hutan orang2 busuk. :D

    ReplyDelete
  4. Jangan sampai kepilih... Bunda kita semua itu mainnya kotor sekali... Tau gak, sudah berbulan2 ini tim si bunda rajin keliling memeras pemilik perusahaan kontraktor... minta uang ini itu buat biaya kampanye bunda... Kalau gak dikasih, perusahaan akan dipersulit untuk menangani proyek baru.... Info ini saya dapatkan dari saudara sepupu saya sendiri yang memiliki usaha kontraktor.... Suami si bunda juga walikota preman lho... jangan salah.... Terus terang saya muak dengan si Peni S, bunda, dan anak mereka... Kecewa sekali karena dulu anak mereka itu teman dekat saya waktu mereka masih tinggal di kampung di sekitar Sumbersari. Dulu mereka sangat baik dan bersahaja. Sekarang... bunda dan anaknya petentang-petenteng naik BMW, Ferrari... dengan muka hasil operasi plastik mereka.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Agan terang-terangan sekali menjlentrehkan kebobrokan calon pemimpin kita. Yah setidaknya kita sebagai warga yang cerdas tahu mana yang harus dipilih dan mana yang tidak :D

      Delete

Post a Comment

Thank you for visiting my blog, kindly leave your comment below :)