Review Film : The Bourne Legacy

Warisan Jason Bourne!
Ane kehilangan sepuluh menit pertama dari film ini dan bikin ane agak sedikit gak nyambung awalnya. Untung saja, ane udah pernah baca sepenggal sinopsis dari film ini di sebuah media cetak. Yang awalnya menceritakan bahwa Jason Bourne sudah tak terlibat dengan Outcome lagi, tetapi hanya mewariskan segelintir manusia yang sudah diprogram untuk menjadi prajurit pengaman negara federal Amerika Serikat yang tangguh. Sayangnya, Ric Byer (Edward Norton) merasa bahwa cara ini tidak akan berhasil dan berencana untuk memusnahkan seluruh agen Outcome, yang salah satunya adalah Aaron Cross (Jeremy Renner).


Aaron ini adalah salah satu peserta operasi Outcome yang sudah saya jelaskan tadi. Dulunya Ia bernama Kenneth James, patriot US Army yang hampir mati di medan perang. Kenneth yang kemudian mengganti namanya dengan Aaron ini diubah secara genetis untuk dibentuk sebagai pasukan perang yang memiliki kecerdasan dan ketahanan fisik tinggi. Tak hanya Aaron, ada beberapa peserta, setidaknya 15 orang yang menjadi peserta Outcome yang tersebar di seluruh dunia.

Awalnya, Aaron tergantung pada obat hijau (peningkat sistem kekebalan) dan biru (anastesi dan peningkat kinerja otak serta sel syaraf) hingga Ia sempat terdampar di sebuah pegunungan bersalju. Karena terjadi sebuah insiden penembakan di Laboratorium Syntesa Malorta, tempat penemuan sains genetis Outcome, Aaron terpaksa kembali ke Chichago Amerika untuk menyelamatkan profesor wanita yang Ia kira bisa membantunya membuatkan obat yang dibutuhkannya, Marta Shearing (Rachel Weisz).

Marta sendiri, sejak insiden penembakan yang melibatkan dirinya dan hampir membuatnya terbunuh, trauma dan membutuhkan perlindungan. Saat itulah Aaron datang dan menawarkan bantuan perlindungan untuk Marta dari CIA di bawah pimpinan Ric Byer itu. Singkat cerita, Marta dan Aaron akhirnya ke Manila untuk memenuhi keinginan Aaron yang menginginkan obat biru, tidak untuk membuat obat, malah mereka melakukan pemotongan DNA dengan injeksi virus.


Kalau menurut ane sih, awalnya film ini terasa membosankan karena mengandung lebih banyak dialog daripada action. Sebenarnya ane juga bukan tipe pecinta action, tapi terlalu banyak dialog juga kurang membawa penonton menikmati sebuah film. Kejutan terjadi di tengah film, tepatnya ketika insiden penembakan di laboratorium itu, tegang banget euy! Baru setelahnya, adegan pemacu adrenalin terjadi beruntun. Dari segi efek dan sinematografi juga cukup oke, meski hanya berkutat pada tembak-menembak, baku hantam, serta berkejar-kejaran di jalan raya padat merayap khas Asia Tenggara. Jadi, paruh kedua film benar-benar membuat penonton melek dan terpacu untuk mengikuti adegan aksi yang disuguhkan sutradara. Dari segi casting juga tidak ada kesalahan sia-sia, pemilihan Jeremy Renner sudah tepat untuk karakter Aaron ini. Dengan catatan bahwa Jeremy Renner tidak pernah bermain sebagai main role, akting yang Ia suguhkan dalam film ini begitu apik *applause*.

Overall, film ini bagus dan layak ditonton!
Score 8/10

Comments