Mimpi dan Aksi Bagi Negeri


a big thing is starting from a tiny beginnings
Semua hal yang besar berasal dari sebuah mimpi karena dengan bermimpi  kita tidak takut menjadi diri kita sendiri, kita tidak takut untuk  membayangkan bahkan memulai sesuatu yang belum dimulai orang lain. Begitu juga dengan perubahan yang besar, revolusi. Hal besar selalu memiliki  permulaan, permulaan yang kecil. Maka dari itu mimpi dan hal yang paling kecil seperti itu bisa membawa perubahan besar bagi bangsa yang besar di era modern ini. Jadi, kita tak sepatutnya berhenti bermimpi dan berhenti melakukan hal kecil yang bisa membawa perubahan.


Saya, hanya seorang anak Adam yang biasa saja. Bagi dunia Saya hanyalah seseorang. Tetapi Saya memiliki keyakinan seperti Agnez Monica yakin pada prinsipnya DREAM, BELIEVE, and MAKE IT HAPPEN! Saya juga melakukan hal yang sama. Saya ingin mengubah wajah Indonesia yang sedang bersedih menjadi wajah sebuah negara yang sumringah dan berjaya seperti yang pernah Ia rasakan di zaman Sriwijaya, Majapahit, atau Orde Baru.

Saya belum melakukan perubahan signifikan, Saya hanya melakukan hal-hal kecil. Tapi Saya yakin suatu saat berangkat dari niat mulia itu, saudara setanah air Saya akan melakukan hal yang sama seperti yang Saya lakukan. Untuk saat ini hanya ada segelintir orang yang melakukan kegiatan seperti yang Saya lakukan.

Hal kecil yang Saya lakukan antara lain:
  • Membuang sampah pada tempatnya dan memungut sampah.
Jujur, dulunya Saya suka sekali membuang sampah sembarangan. Saya tidak begitu suka memegang atau membawa sampah kemana-mana kalau Saya tidak melihat tempat sampah. Berhubung Saya pernah membaca dampak pembuangan sampah sembarangan terhadap lingkungan dan dampak itu merugikan umat manusia, maka Saya berjanji pada diri Saya sendiri untuk menghentikan kebiasaan buruk Saya tersebut.

memungut sampah sisa makan siang
  • Memberdayakan perangkat elektronik sebagai bentuk kepedulian terhadap global warming
Begitu masuk kuliah, Saya memiliki perangkat elektronik serba guna yang bisa Saya manfaatkan untuk membantu Saya tidak boros kertas. Saya bisa mendownload e-book dari sana, Saya bisa berkirim e-mail, Saya bisa mencari sumber ilmu dari internet dengan cepat. Saya rasa pemberdayaan gadget dalam dunia pendidikan sangat dibutuhkan untuk menghemat kertas dan menghemat penggunaan listrik karena daya mereka bisa diisi ulang dan bisa digunakan secara portable dalam waktu yang lama. Kemajuan teknologi dewasa ini juga mendukung gerakan penghematan bahan bakar fosil karena kita tak perlu “harus” bekerja kelompok secara langsung di suatu tempat karena kita bisa menggunakan fitur konferens yang sudah tersedia.
  • Mengoptimalkan Potensi
Potensi di sini tidak hanya prestasi secara pribadi tetapi termasuk juga semangat Saya menyuarakan semangat BLOGGING bagi generasi muda bangsa. Menurut Saya, daripada fasilitas internet hanya digunakan untuk eksis di media sosial alangkah baiknya jika kita memanfaatkan kemudahan yang diberikan internet untuk mengasah kemampuan diri sendiri, dengan cara BLOGGING salah satunya. Blogging bisa membantu kita mengembangkan kemampuan brainstorming, kemampuan menulis, dan kemampuan berinteraksi dengan pengunjung. Selain itu, blog juga merupakan permulaan bagi wirausaha yang ingin memulai pemasaran bisnis mereka secara online. Maka dari itu, Saya menggalakkan kegiatan blogging tak lain dan tak bukan adalah untuk mengajak generasi muda Indonesia untuk menjadi pribadi yang produktif di dunia maya, tidak sekedar mencari penghiburan dari YouTube, berkicau tak jelas di Twitter, maupun nyampah di Timeline Facebook.
Berikut beberapa tulisan Saya tentang Mimpi Agar Indonesia menjadi lebih baik :
  1. Kembalikan Kejayaan Indonesia
  2. Esensi Pendidikan Karakter
  3. Semangat Hari Kebangkitan Nasional
  4. Semangat Blogging untuk Indonesia
  5. Indonesia : Our Richest Country
  • Mencintai produk dalam negeri


Yang Saya syukuri, Saya menggunakan hasil produksi sendiri. Sepatu Saya unbranded dan buatan local tetapi tetap awet Saya gunakan. Laptop Saya buatan lokal dan syukur masih bisa digunakan hingga sekarang. Baju-baju Saya tidak ada yang bermerek Mango, Zara, Dolce and Gabbana tetapi Saya bangga. Saya tidak melihat merek dari suatu produk tetapi Saya melihat segi ekonomis dan tingkat keawetan produk tersebut. Terbukti buatan lokal tidak kalah dengan buatan luar negeri dan Saya bangga.

Saya juga memiliki cita-cita untuk rencana Saya berpartisipasi bagi kemajuan Bangsa dan Negara. Dan Saya membaginya dalam dua kategori yakni Cita-cita kecil dan Cita-Cita besar. Cita-cita kecil adalah cita-cita yang mungkin bisa Saya capai dan cita-cita besar adalah cita-cita yang kemungkinan Saya untuk mencapainya adalah kecil sekali (tapi harus tetap yakin bukan?)

Cita-cita kecil Saya : Menjadi Wirausaha Lokal yang sukses
Menjadi wirausaha yang sukses, impian jangka pendek Saya. Orientasi Saya menjadi pengusaha bukan untuk profit pribadi bagi Saya tetapi bagaimana kontribusi Saya terhadap lingkungan sekitar Saya. Saya menganggap menjadi wirausaha dapat membantu meningkatkan perekonomian Negara. Saya membantu masyarakat di sekitar Saya mendapat pekerjaan yang layak seperti tujuan Negara dalam UUD ’45. Saya ingin menunjukkan bahwa produk dalam negeri tidak kalah dari produk luar negeri dan banyak pengusaha kreatif yang bermula dari inovasi anak bangsa.

Cita-cita besar Saya : Menjadi seperti Ibu Sri Mulyani
Mungkin terlalu muluk-muluk apabila Saya berkata “Saya ingin menjadi orang nomor satu di Indonesia”. Tidak, Saya tidak ingin menjadi  presiden tetapi Saya ingin menjadi salah satu orang yang berada di barisan pemerintahan. Saya ingin menjadi wanita berpengaruh di dunia seperti Ibu Sri Mulyani. Saya ingin seperti beliau yang untuk beberapa waktu pernah membuat Indonesia disegani di mata dunia. Saya ingin memperbaiki imej bangsa ini di mata internasional. Tidak semua orang Indonesia bodoh dan mudah dibodohi. Orang Indonesia adalah orang yang cerdas seperti Pak Habibie dan Ibu Sri Mulyani, tegas seperti Pak Soeharto, dan bersahaja seperti Bung Karno.  Saya yakin, suatu saat Saya bisa mengangkat harkat dan martabat bangsa seperti yang pernah Ibu Sri Mulyani lakukan.

Comments