Review Film : The Hobbit - An Unexpected Journey

Franchise JRR Tolkien kembali dimunculkan di layar lebar. Dari buku yang berjudul sama, akhirnya prekuel The Lord of The Rings ini sudah rilis sejak kemarin 14/12/2012. Akankah The Hobbit mengulang sukses milik Lord of The Rings yang berhasil raih berbagai macam penghargaan dan pujian dari kritikus? Dengan memasang wajah yang sama seperti Ian McKellen serta memasang sutradara yang sama, Peter Jackson. Tentu ekspektasi besar ditudingkan kepada film yang akan dibuat trilogi namun hanya terdiri dari satu buku ini.


The Hobbit tak lagi bercerita mengenai Frodo Baggins, tokoh sentral disini digantikan oleh sang Paman, Bilbo Baggins (Martin Freeman). The Hobbit sebagai prekuel dari Lord of The Rings mengisahkan perjalanan Bilbo yang dipaksa ikut serta dalam misi para Dwarves yang dipimpin oleh Thorin Oakenshield Son of Thrain (Richard Armitage) dan ditemani The Grey Wizard, Gandalf/Mithrandir (Ian McKellen) untuk merebut kembali Erebor yakni negeri para Dwarves.


Dalam The Hobbit, Frodo (Elijah Wood) muncul sebagai cameo dalam beberapa adegan awal. Pemain lama yang turut menghiasi film besutan Peter Jackson ini antara lain Lord Elrond (Hugo Weaving), Smeagol (Andy Serkis), Saruman (Christopher Lee). Kembalinya wajah lama sejenak mengingatkan kita akan nuansa Lord of The Rings namun sejujurnya dalam film yang penggarapan grafisnya sangat bagus ini taste dari Lord of The Rings kurang kental.


Secara keseluruhan memang The Hobbit tidak memiliki cacat. Dari segi grafis yang patut diacungi jempol dan sepertinya akan meraih Oscar dan Golden Globe untuk ke sekian kalinya, dari segi casting yang memang sudah pas dan tak perlu ada perubahan signifikan, tata suara yang mendukung meski terasa lebih Skotlandia daripada Timur Tengah, dan plot yang sebenarnya sudah sangat pas untuk dinikmati dalam dua jam empat puluh lima menit. Tidak ada yang cacat, tidak ada yang patut disalahkan, semua diramu dengan baik oleh Peter Jackson. Sayangnya, menurut pendapat ane pribadi karena plot meminggirkan cerita "The Ring" film ini mengurangi feeling dari LOTR. Ada adegan asal muasal Bilbo mendapatkan cincin tetapi rasanya kurang "mem-Frodo". Satu lagi, karakter Smeagol dalam film ini mendapat porsi lebih banyak dan dieksplorasi lebih dalam sehingga kita tidak melulu akan membenci Smeagol tetapi juga akan tertawa melihatnya.


Score 8.3/10
Very recommended to be watched!

Comments

  1. Iyalah taste-nya beda. Udah baca buku-bukunya belum? Buku novel LOTR sama The Hobbit aja udah beda rasanya. Gosh.

    ReplyDelete
  2. karena saya gak baca bukunya, menurut saya kok lebih bagus Fellowship Of The Ring ya? The Hobbit lambat soalnya alurnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama, menurut saya lebih bagus LOTR dari segi cerita karena lebih fokus dan menarik. Yang ini terkesan dipanjang-panjangkan bahkan ada beberapa scene gak penting yang harusnya dipotong aja.
      Yang menang dari film ini adalah kecanggihan grafis masa sekarang dan mengenai tata musik tentu sama matangnya dengan pembuatan musik LOTR

      Delete

Post a Comment

Thank you for visiting my blog, kindly leave your comment below :)