Review Film : Saw [series]

Film yang diproduksi oleh Hoffman-Burg-Koules sejak tahun 2004 hingga 2010 lalu merupakan salah satu film yang patut diapresiasi di jajaran film bergenre slasher-psikopat lainnya. Pasalnya, SAW tidak hanya menawarkan kesadisan adegan pembunuhan tapi juga menawarkan amanah bagi penontonnya. Selain amanah dan adegan slasher yang bikin tubuh kita turut merasakan perih dan sakit, SAW juga menyediakan plot yang membuat kita sebagai audiens mentautkan alis untuk memahami plot cerita yang disuguhkan.

Dengan jargon, "CHERISH YOUR LIFE", Jigsaw (Tobin Bell) aka John Kramer, pasien kanker yang berobat ke Dr. Gordon Lawrence (Cary Elwes) memberi sebuah rehab kepada orang-orang yang dianggapnya tidak mensyukuri kehidupan juga orang-orang yang mengambil keuntungan dari kehidupan sengsara orang lain. Film ini juga merupakan bentuk kritik sosial terhadap kehidupan konsumerisme dan kapitalis masyarakat dewasa ini, seketika membuat kita berkesimpulan bahwa orang sakit (mental illness) disebabkan adanya trauma dan hasrat untuk mewujudkan obsesi idealis mereka. Dalam melakukan tindakan kriminalnya, yakni permainan yang membuat korban diuji dan dihadapkan dalam dua pilihan hidup (dengan kondisi cacat) atau mati, John dibantu oleh beberapa orang di antaranya Amanda Young (Shawnee Smith) -mantan korban permainan hidup/mati Jigsaw- dan Mark Hoffman (Costas Mandylor) -detektif kelas kakap FBI-. Rupanya terapi mental yang diberikan Jigsaw terhadap korban disalah gunakan oleh salah satu anteknya dan pada akhirnya, John Kramer lebih percaya terhadap orang lain yang juga pernah menjadi korban ujian berbahayanya.

I want to play a game dan Live or Die, Make your choice merupakan kata-kata fenomenal yang terlontar dari sebuah boneka menyeramkan Jigsaw untuk mengawali permainan sadis yang akan dihadapi korban.  Jigsaw melakukan pembunuhan tidak langsung bukan serta merta karena Ia hobi membunuh tetapi lebih didasarkan pada titik untuk mengubah cara pandang orang lain agar lebih menghargai hidup yang dimilikinya. Buktinya, beberapa korban Jigsaw berubah menjadi orang yang lebih baik meskipun 80% di antaranya lebih banyak yang tidak selamat dari jebakan maut.

Dari segi plot cerita, may I say this? It's fucking awesome! Dan ini masterpiece, kalau boleh pinjem kosakata teman Saya. Saw bukan cuma film orang sakit, tetapi (sampai berkali-kali Saya katakan) menyimpan nilai yang lebih dari sekedar film pembunuhan. Alur cerita yang dibolak-balik dan cukup membuat pusing membuat kita terus penasaran dan haus akan hasrat untuk memecahkan teka-teki yang dihadirkan dalam setiap seri SAW. Selain itu, film ini juga menyimpan banyak kejutan yang susah kita duga sekaligus juga membuat kita tidak merasa marah pada seorang pembunuh seperti John Kramer. Seriously, Saya sendiri merasa iba terhadap Pak Tua John. Sayangnya, dengan plot yang awesome, musik yang mendukung serta akting yang bisa dibilang bagus, pada SAW 7 (chapter final) Saya merasa sedikit kecewa dikarenakan efek darah yang terlihat palsu dan dibuat-buat. Selain itu ending yang disuguhkan rasanya membuat Saya sedikit kecewa karena kurang greget to the max.

Score 8/10
Great! I don't think you are strong enough to watch this.

Comments

  1. Thanks on your marvelous posting! I seriously enjoyed reading it, you will
    be a great author. I will be sure to bookmark your blog and definitely will come back
    down the road. I want to encourage that you continue your great job,
    have a nice morning!
    Here is my blog post Michael Kors Outlet Store

    ReplyDelete

Post a Comment

Thank you for visiting my blog, kindly leave your comment below :)