Jangan Nilai Sampul Saya

Tomboy, cuek, pemarah, antisosial, tidak peka, sombong, dan keras kepala. Yah! begitulah gambaran kecil seorang ane di mata teman-teman ane. Pun orang-orang yang bahkan baru bertemu dengan ane. Setidaknya memang benar sih deskripsi ane yang udah ane sebutin tadi. Setidaknya sebelum ane mendekaklarasikan diri ane yang menurut ane sedikit berubah, sedikit loh ya.

Dulunya, dan sebenarnya sampai sekarang  sih kalau ane itu adalah anak yang kelihatan menonjol atau bisa dibilang focus of interest. Pada dasarnya, sifat alamiah ane bawaan dari zodiak ane emang begitu adanya, haus perhatian. Eits, tapi ane bukan bocah yang caper. Ane diperhatikan karena kharisma ane yang meledak-ledak seperti seorang Choi Minho *benerin jambul*. Entahlah, bahkan sebelum ane berbuat sesuatu, ada aja yang notice ane (ini bukan delusional).


Bahkan ane juga gak jarang dihapal sama guru-guru bahkan sebelum pelajaran resmi dimulai, Oh God Why?

Beberapa teman ane emang bilang, ane sebagai anak bergolongan darah AB dikarunai keunikan alamiah yang membuat ane itu terlihat berbeda ketimbang anak lain. Tapi sebenarnya bukan itu yang ane bahas, kok malah jadi menyombongkan diri?

Masalahnya begini, dengan muka unyuk ane yang sama sekali kagak pantes menyandang gelar wanita berusia 20tahunan, ane sering sekali dipandang sebagai sosok yang childish, gak dewasa, gak bisa apa-apa, dan manja. Ane bisa bilang salah, okelah ane memang kadang-kadang childish karena ane demen banget nonton film animasi tapi bukan serta merta ane bersikap seperti anak kecil. Setidaknya, setelah ane sempat jalan selama satu setengah tahun bersama seseorang, ane merasa sisi childish ane perlahan memudar. Yah, meski kadang ane masih demen drama gitu hehehehe.

Ane manja? Manja dalam hal yang bagaimana dulu? Jujur, emang ane seneng banget disayang tapi ane engga seneng diperlakukan seperti "seorang cewek" beneran. Ane lebih seneng disayang tapi tidak dalam intensitas yang tinggi karena itu bisa bikin sisi jantan ane melemah, aih apa ane kata? Terus, kalau ane gak bisa apa-apa dan seolah ane ini cuma bisa ongkang-ongkang kaki di rumah. Sorry, I beg your pardon. Mari silahkan ikut Saya menginap di rumah dan perhatikan apa saja yang Saya lakukan di rumah :)

Dan masalah ane berpikiran sempit, umm~ ane kadang cuma males aja memperpanjang perdebatan engga perlu yang ujung-ujungnya menyebabkan sifat temperamen ane kambuh lagi. Dan sejujurnya karena udah belajar dari seseorang di masa lampau, untuk berkasih sayang dan lebih banyak mengalah. Ane sih cuma pengen bilang bahwa sejujurnya meski ane gak lebih dari dua puluh tahun, ane sudah hidup dengan orang banyak dan berbeda-beda. Ane lebih intens berhubungan dengan orang yang berbeda itu dan itu bikin ane berpikir lebih luas. Jangan kira ane juga engga pernah mengalami masa kelam, pernah kok. Masa itu adalah masa dimana ane dan keluarga berada di titik terbawah kehidupan. Dan sungguh, tanpa adanya masa itu, masalah yang terjadi di masa lalu dan pertemuan dengan orang yang berbeda itu ane engga akan jadi pribadi yang bisa bersyukur seperti sekarang. Mungkin ane engga akan sekuat sekarang ataupun setenang sekarang. Ane juga tahu, di sana ada orang yang nasibnya bahkan jauh lebih menderita daripada ane.

Jadi, jangan nilai ane cuma dari sampul ane.

Comments

  1. We are a group of volunteers and opening a
    new scheme in our community. Your website offered us with valuable information to work on.
    You have done a formidable job and our whole community will be grateful to you.
    Also visit my website : cheap nike free run 3

    ReplyDelete

Post a Comment

Thank you for visiting my blog, kindly leave your comment below :)