Review Film : Jack and The Giant Slayer

Dewasa ini film based on fairy tale dengan sedikit twist merebak. Tak terkecuali dengan dongeng tenar semacam Jack dan Kacang Ajaib. Sempat disinggung di film Puss In the Boots tahun 2011 lalu, kini rumah produksi Warner Bros dan Sutradara Bryan Singer merilis Jack dan kacang Ajaib dengan cerita dalam versi yang lebih epik semacam Snow White and The Huntsman milik Tim Burton, Alice in Wonderland, ataupun Hansel and Gretel the Witch Hunter. Fee-Fi-Foe-Fumm! Let's see How The Story Begun!

Jack and the giant slayer pada dasarnya berbasis sesuai dengan dongeng yang sering kita dengar dan terkenal itu. Ada beberapa biji kacang yang jika ditanam akan menumbuhkan pohon kacang raksasa dan membawa kita ke negeri antah berantah tempat para raksasa berdiam. Namun, dalam film ini cerita dikemas lebih epik dan dijelaskan lebih ke histori dari munculnya biji kacang ajaib itu dan masalah pribadi umat manusia dan raksasa. Jack (Nicholas Hoult), dalam hal ini yang menjadi tokoh sentral juga tak melulu menjadi bocah slengek'an tetapi juga menjadi pahlawan dan sosok yang pada akhirnya lived happily ever after bersama Putri Isabelle (Eleanor Tomlinson)

Dalam kisah ini, diusung cerita pengkhianatan dalam tubuh kerajaan oleh Kepala Penasihat Raja, Roderick (Stanley Tucci). Dalam misi penguasaan kerajaan Cloister, Roderick berusaha menimbulkan peperangan tak seimbang antara raksasa dan umat manusia. Dari sinilah petualangan Jack, Putri Isabelle, dan Panglima Elmont (Ewan McGregor) dimulai.

Film ini semacam The Hobbit yang mengusung kejutan-kejutan yang tersisip di beberapa scene dan sebenarnya that's a good effort. Kejutan-kejutan kecil yang cukup membuat penonton jantungan itu cukup membuat penonton senantiasa terfokus pada jalan cerita yang disuguhkan. Sayangnya, dengan plot yang bisa dibilang lumayan dan cukup keren karena sempat membuat kita kecewa di tiga perempat bagian film, film ini tidak didukung dengan suguhan grafis yang apik ala Hollywood atau film-film sekelasnya yang lainnya. Bisa dibilang animasi grafis film ini kurang memuaskan dan sangat kurang dari standar film Barat. Sisi plusnya, akting pemain yang mumpuni dengan logat British yang fancy abis membuat kita terlarut dalam emosi yang dihadirkan oleh mereka. Plus lainnya adalah bonus twist yang awalnya membuat kita kecewa kemudian terkagum.

Jadi, boleh lah nonton film ini sebagai penghibur di hari yang sibuk.


Plot★ ★ ★ ★ ☆
Akting★ ★ ★ ☆ ☆
Musik★ ★ ☆☆ ☆
Grafis★ ★ ☆ ☆ ☆
Overall★ ★ ★ ☆ ☆

Comments

  1. Thanks for sharing your thoughts about michael kors mens watches.
    Regards

    Feel free to visit my web site - michael kors chain tote

    ReplyDelete

Post a Comment

Thank you for visiting my blog, kindly leave your comment below :)