Jahatnya Bawang Putih

Kali ini bukan lagi bawang merah yang bersikap jahat seperti dalam cerita-cerita dongeng, melainkan bawang putih. Mengapa bawang putih jahat? Ya, harganya yang kini menyentuh nominal delapan puluh ribu rupiah cukup membuat Ibu-Ibu rumah tangga menangis secara konotatif. Bagaimana tidak? Bawang putih yang konon menjadi bumbu dapur utama dan penyedap segala jenis makanan ala Indonesia harganya tak lagi terjangkau. Kemudian terlontar satu pertanyaan, apakah gerangan yang menyebabkan harga si Putih ini melonjak setinggi langit?

Alasan pertama seperti yang ane kutip dari ekonomi.inilah.com kendala iklim menjadi faktor rendahnya produksi bawang putih dan kacang kedelai. Akibatnya 90% kebutuhan bawang putih nasional didatangkan dari impor. Impor bawang putih. Dikarenakan iklim tropis yang dimiliki negara kita, bawang putih tidak bisa tumbuh dengan baik sempurna. Selain itu, karena hujan yang berlangsung berkepanjangan menyebabkan pertumbuhan tanaman bawang putih menjadi tidak optimal dan menyebabkan kelangkaan barang (shortage) sedangkan permintaan masyarakat begitu besar. Hal ini yang membuat pemerintah semakin gencar mengimpor bawang putih dari China untuk menutupi kekurangan stok pasar dan membuat bangsa kita pada akhirnya ketergantungan (detikfinance)

Selain itu, peran bulog sebagai penyalur bahan makanan pokok dewasa ini juga perlu disoroti. Dalam rangka usaha pembangunan Sumber Daya Manusia, hal utama yang seharusnya menjadi konsentrasi pemerintah adalah kecukupan gizi bagi masyarakat. Dalam contoh kecil bawang putih sebagai bumbu dapur umum yang harganya kian melonjak, tentu saja harga bahan lainnya perlahan tapi pasti juga akan ikut melonjak, terutama makanan siap saji yang tersedia di warung-warung. Harga-harga bahan makanan pokok yang melonjak ini ditengarai dengan kemungkinan terjadinya penimbunan bahan makanan (detikfinance).

Hal-hal seperti penimbunan makanan dan pengontrolan harga inilah yang seharusnya diinvestigasi oleh BULOG. Seperti zaman Orde Baru dimana BULOG memegang kendali penuh terhadap distribusi bahan pangan dan pencegahan lonjakan harga yang begitu dahsyat sehingga kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi. Jika saja BULOG masa kini bertaring selayaknya dulu maka pembangunan sumber daya manusia akan berjalan lancar karena gizi sumber daya yang akan dilatih terpenuhi dengan baik.

Kembali lagi ke urusan bawang putih, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa BULOG seharusnya melakukan pengendalian terhadap penawaran dan permintaan jumlah bawang putih sebagai badan pemerintah. Diharapkannya pengontrolan semacam ini adalah pencegahan terjadinya kelangkaan barang yang menyebabkan harga bawang putih semakin melonjak naik. Dan seharusnya juga, kita mengembangkan teknologi pertanian agar kebutuhan produksi bawang putih dalam negeri mencukupi permintaan dan tidak membuat kita terus menerus bergantung pada impor bawang putih yang nyatanya sudah mencapai angka 80% (detikfinance)

Comments

  1. It's perfect time to make some plans for the future and it's time to be happy.
    I've read this post and if I could I want to suggest you few interesting things or suggestions. Maybe you could write next articles referring to this article. I wish to read even more things about it!

    My web-site reality shows

    ReplyDelete

Post a Comment

Thank you for visiting my blog, kindly leave your comment below :)