Review Film : Java Heat

Kalau tahun kemarin kita semua dibuat terkagum oleh film action Indonesia berasa Hollywood, The Raid maka tahun ini kita disuguhi Java Heat yang dibintangi oleh Emmet Cullen dari Twilight yakni Kellan Lutz dan Ivan Vanko dari Iron Man 2 Mickey Rourke. Tak lupa deretan aktor dan aktris kenamaan Indonesia seperti Rio Dewanto, Atiqah Hasiholan, Ario Bayu, Frans Tumbuan dan VJ Mike juga ikut nampang di film arahan sutradara Connor Ally. Mari kita simak review film yang didengungkan sebagai film kolaborasi Hollywood dan Indonesia terepik tahun ini.

Terorisme, hal yang sudah tak asing lagi di telinga rakyat Indonesia. Maraknya kasus bom bunuh diri dan organisasi keagamaan radikal membuat bangsa kita dicap sebagai salah satu bangsa teroris.


Oleh karena itu, Malik (Mickey Rourke) menggunakan jasa VJ Mike yang berperan sebagai dedengkot teroris untuk menjadi kambing hitam tindak kriminalnya yang sama sekali tak ada hubungan dengan jihad. Untuk itulah, Jake (Kellan Lutz) datang ke Indonesia dengan menyamar sebagai dosen sejarah di sebuah kampus di Jogjakarta. Sayangnya, Jake yang brutal dan tidak memiliki perangai meyakinkan sebagai anggota tentara Amerika sempat ditangkap oleh Hashim (Ario Bayu) dan dicurigai pula menjadi dalang dari tindakan pengeboman yang terjadi di Kesultanan Jogjakarta yang diduga menewaskan Putri Diana (Atiqah Hasiholan). Dalam perjalanan sepanjang film, perlahan kita akan menemukan motif Malik sebenarnya dalam melakukan tindak kriminal ini.

Plot cerita disajikan runut dan rapih. Meski film ini kelihatan low budget tapi tetap saja film Java Heat patut diapresiasi. Plot cerita yang disuguhkan bahkan lebih menarik dari cerita The Raid dan juga adegan actionnya. Akting Ario Bayu juga patut diberi kredit tersendiri begitu juga Rio Dewanto meski Ia bermain dalam porsi yang kecil. Dalam hal akting, Villain yang diperankan oleh Mickey Rourke juga cukup membuat penonton gemas. Mickey mampu berakting sebagai tokoh villain yang licik dan licin bahkan lebih licik dari aktingnya sebagai Ivan Vanko di Iron Man. Sayangnya meski menyuguhkan tata sinematografi yang apik dan menangkap potret alam yang benar-benar Jogja dan Indonesia, pengarah musik masih belum dapat menemukan komposisi yang harmonis. Hal lain yang patut diberi applause juga adalah kemampuan sutradara mengenalkan budaya Indonesia dengan cara yang tidak dipaksakan, natural tetapi mengena. Sayangnya, ada beberapa penyimpangan keagamaan yang kurang sreg untuk disaksikan oleh seorang Muslim.


Overall, film ini keren dan mampu membuat kita berdecak kagum. Bahkan menurut ane sendiri film ini layak menyaingi The Raid karena plot yang disuguhkan jauh lebih menarik dan tidak membosankan.
Plot★ ★ ★ ★ ☆
Akting★ ★ ★ ☆ ☆
Musik★ ★ ☆ ☆ ☆
Grafis★ ★ ★ ☆ ☆
Overall★ ★ ★ ☆ ☆

Comments

  1. btw tau gak dimana downloadnya? aq dah cari2 gak ketemu2 nih, btw salam kenal yahh

    ReplyDelete
    Replies
    1. di downloadfilmbaru.com atau ganool.com atau 300mbfilms.com

      Delete

Post a Comment

Thank you for visiting my blog, kindly leave your comment below :)