Review Film : Oz The Great and Powerful

Masih ingat kisah Dorothy dalam The Wizard of Oz? Jangan harap kalian akan menemukan Dorothy dalam film garapan sutradara trilogi Spiderman, Sam Raimi yang diproduksi Disney ini. Karena meski menyadur tajuk yang sebelas dua belas dengan The Wizard of Oz, kisah film ini lebih mengerucut kepada seorang pesulap pria yang terkenal dengan tipuannya daripada keahliannya menyihir. Jadi, seperti apakah The Great and Powerful Oz itu? Mari kita simak!

Kisah dibuka dengan setting tahun 1965 di Kansas dengan tokoh utama seorang pesulap miskin yang tidak berbakat super, Oscar atau lebih dikenal sebagai Oz (James Franco). Kesialan tiba-tiba menimpa dirinya setelah melakukan show akibat tingkah playboynya dan membuatnya terpaksa terombang-ambing menuju negeri antah berantah bernama Oz, sesuai dengan namanya. Setibanya di Oz, Oscar mendapati seorang penyihir cantik Theodora (Mila Kunis) yang meminta bantuannya untuk menyelamatkan negeri Oz yang dikuasai penyihir jahat sesuai dengan ramalan raja negeri Oz sebelumnya. Sejak saat itu, perjalanan Oscar dan kehausannya akan ketenaran membawanya bertualang di negeri penuh keajaiban dan menghadapi intrik yang mendadak tersuguh di depannya. Dalam petualangannya itu pula Oscar juga berkenalan dengan kedua penyihir lain, yakni Evanora (Rachel Weisz), kakak dari Theodora dan juga Glinda (Michelle Williams) seorang penyihir cantik yang mirip dengan kekasihnya di Kansas.


Sesungguhnya film ini memang film yang khusus ditujukan kepada segmen anak-anak hingga remaja
dari plot ringan yang disuguhkan hingga grafisnya. Dan coba tebak, menonton film ini rasanya seperti menonton film Spiderman karena beberapa tata musik dan juga sinematografi berasa Spiderman, hal ini mungkin terjadi karena sang sutradara juga mengarahkan trilogi Spidermannya Tobey Macguire. Agak non-sense terasa ketika Oz terombang-ambing ke Oz, scene terlalu dipanjang-panjangkan dan berasa ganjil. Bagusnya, grafis dalam film ini memuaskan dan efek "masa kuno" begitu menguar ketika kita menginjak seperempat bagian pertama film karena memang disuguhkan dalam efek hitam putih ala film jaman dulu. Oh ya, kredit tersendiri pantas diterima oleh Mila Kunis karena akting epiknya disini She's insanely amazing! Love it!

Dan, sepertinya nih. Penulis berspekulasi bahwa mungkin film ini akan dibuat sekuel karena ending yang tidak benar-benar tamat. Selain itu, film ini memang lumayan tricky seperti Oz yang tricky tapi tetap bisa ditebak. Jadi, ane engga begitu merekomendasikan Anda-Anda yang sudah dewasa untuk menonton film ini karena film ini lebih banyak mengandung unsur "childish".


Plot★ ★ ☆ ☆ ☆
Akting★ ★ ★ ☆ ☆
Musik★ ★ ☆☆ ☆
Grafis★ ★ ★ ☆ ☆
Overall★ ★ ☆ ☆ ☆

Comments