Kuliner Hari Ini : Mie Telo

Hai hai semuanya, di Bulan April ini entah mengapa ane kepingin banget melakukan pemborosan uang (walhasil duit ane terkuras) dan takdir juga nih tadi waktu mau mampir ke sebuah warung mie pedas langganan bersama teman ane yang juga ane pinjem kamera hapenya buat motret, Chantika (@chantikadhiah) eh ternyata masih tutup jadi belok deh ke warung Mie berkonsep ungu yang terletak di daerah Jalan Mayjend Panjaitan, Malang ini. Nah berikut penampakan warungnya, Mie Telo.

Bagian dalam depot


Bagian outdoor depot

Pojokan seru
Jadi, dengan mengusung nama Ubi Jalar Ungu (Ketela Ungu) warung ini memang dikonsep sedemikian rupa dengan warna senada. Ada bagian luar yang seperti saung dengan beratapkan daun rumbia juga bagian dalam yang diisi beberapa meja kursi dari kayu dan sofa ungu yang tentu saja nyaman untuk dipakai nongkrong bersama segerombolan kawan. Jadi, kalau boleh ane nilai dengan penataan ruang yang merupakan gabungan antara modern dan natural (ciyeehh) disertai dengan alunan musik dan poster-poster legenda musik jaman ane belum lahir tempat ini mendapatkan nilai +1 buat kenyamanan tempatnya.

Setelah menikmati tempat yang nyaman tentu perhatian utama kita adalah makanan yang disuguhkan, jadi beginilah penampakan Mie Telo beserta minuman yang disediakan.

Jus Jeruk (Rp 5.000) dan Es Blanggur (Rp 7.000)

Siomay Bakar Ranjau (Rp 7.500 - isi tiga)

Mie Telo (Rp 10.000)

So dengan mematok harga Rp 10.000 per porsi mie, mie telo memang bisa dibilang cukup mengenyangkan dan cukup enak. Mengapa ane bilang "cukup"? Karena pada dasarnya tekstur mie yang disajikan mengharuskan kita untuk menuangkan kuah yang terpisah sehingga rasa mie menjadi lebih sedap. Kalau kita tidak menuangkan kuah yang disediakan maka rasa mie terbilang kurang asin dan sedikit hambar tetapi masih mending mie telo ketimbang mie yang sudah ane review di bulan Februari lalu, cek disini. Selain itu, kuah yang disajikan terpisah memang berasa sedap. Apalagi kalau kita menambah menu santapan dengan memesan Siomay Bakar, awuh rasanya maknyus markucus. Minuman yang disajikan juga sesuai dengan banderol harga. Seperti Es Blanggur yang merupakan perpaduan nangka, mutiara, alpukat, susu dan sirup strawberry (rasanya hampir mirip es campur) bisa dibayangkan ketika menenggaknya maka tenggorokan kita akan terasa segar.

Jadi, boleh dicoba deh mie ini. Jangan lupa ketika lewat Jalan Mayjend Panjaitan (Betek) kalau ada warung bernuansa ungu di sebelah Dewata Spa disitulah letaknya. Monggo disekecaken.

Rating : ★ ★ ★ ★ ☆

Comments