Review Film : Tampan Tailor

Kalau dilihat dari judul dan posternya yang memajang wajah Vino G. Bastian dengan paras aduhainya, sudah pasti kita akan berpikiran bahwa film ini merupakan film Vino jual tampang padahal sama sekali tidak. Justru di dalam film, Vino terlihat sangat kucel dan sangat bapak-bapak. Dari judulnya pula kita sudah bisa menebak bahwa si Vino akan memerankan seorang penjahit dan yah itulah garis besar cerita yang diangkat oleh Sutradara Guntur Soeharjanto dan diproduksi oleh Maxima Pictures ini.

Topan (Vino G. Bastian) adalah seorang penjahit sukses yang mengalami kebangkrutan sepeninggal istrinya karena penyakit kanker. Bersama anaknya, Bintang (Jefan Nathanio) Topan sempat tinggal menumpang di rumah saudaranya Darman (Agus Ringgo) dan sempat menjadi pekerja kasar yang sama sekali bukan bidangnya. Tak hanya kebangkrutan, kesialan demi kesialan menimpa keluarga kecil Topan dan Bintang. Dalam perjalanan hidup yang sial dan menderita melulu itu pulalah, Topan sempat mengenal Prita (Marsha Timothy) yang rupanya menaruh hati kepadanya dan mencoba membantunya. Sayangnya, Topan sempat membuat Prita kecewa dan akhirnya menjadi seseorang yang bisa bangkit dari penderitaan hidupnya.


Film ini bisa dibilang menggunakan ramuan film Hollywood yang memasang aktor utama Will Smith, Pursuit of Happiness. Sebelas dua belas, tapi Tampan Tailor dihadirkan dengan nuansa lebih dramatis karena sepanjang 100 menit Topan mengalami kesialan yang hampir saja tiada hentinya. Kita dibuat trenyuh dan trenyuh karena Vino dan Bintang bisa menghadirkan suasana sedih yang dramatis. Selain itu, dengan membawa alur flashback dari awal film kita sudah disuguhi spekulasi yang akan terjadi di bagian akhir film. Dan untungnya saja akhir film dihadirkan dengan kisah bahagia bukan kisah sedih (meskipun kalau endingnya dibuat sad ending bakal membuat penonton banjir air mata). Akting masing-masing pemain, cara pengambilan gambar, juga tata musik hampir saja bisa diapresiasi dengan sempurna. Masing-masing unsur saling mendukung satu sama lain dalam sebuah adegan dan membuat adegan itu hidup dan film sukses dinikmati dengan baik oleh penonton. Plot sengaja dibuat mengejutkan dan berliku membuat penonton penasaran untuk terus mengejar bagian ending. 100 menit terbayar dengan penuh kepuasan.

Jadi, buat ane film in selain memiliki plot yang bagus juga memiliki amanah yang sangat banyak. Tunggu apalagi? Ayo tonton!


Plot★ ★ ★ ★ ☆
Akting★ ★ ★ ★ ☆
Musik★ ★ ★ ★ ☆
Grafis★ ★ ★ ☆ ☆
Overall★ ★ ★ ★ ☆

Comments