Review Film : Fast and Furious 6


Di penghujung bulan Mei ini kita dikejutkan oleh kehadiran franchise mobil racing yang keren-keren yakni Fast and Furious. Aksi balapan liar mobil-mobil keren ini disuguhkan dengan bumbu skenario kriminal yang melibatkan tokoh di dalamnya dan tentu saja hal itu membuat franchise Fast and Furious (FF) semakin dinanti. Masih melanjutkan kisah dari sekuel pendahulunya, Fast Five, Fast Six yang merekam adegan awal kehidupan damai Dominic Torreto (Vin Diesel) dan Brian O'Connor (Paul Walker) kini diharuskan untuk menghadapi kembaran jahat mereka yang dipimpin oleh veteran militer Eropa, Owen Shaw (Luke Evans).

Dom yang hidup tenang setelah merampok uang sebesar 100 juta dollar di Rio de Janeiro dimintai tolong oleh Hobbs (Dwayne Johnsson) untuk melakukan penangkapan dan pengejaran terhadap Owen Shaw yang berniat melakukan perampokan yang dinilai dapat merugikan pemerintah secara materiil dengan nilai sangat besar. Masalahnya, Dom tak hanya tertarik untuk menangkap Shaw, tetapi Ia malah tertarik untuk membawa kembali Letty (Michelle Rodriguez) mantan pacarnya dan hadiah amnesti yang dijanjikan oleh Hobbs. Oleh karena itu, Dom mengumpulkan lagi kru perampokan 100 juta dollarnya dan bertolak menuju London untuk menuntaskan tugas mereka dan mengejar hadiah amnesti.

Seperti yang kita ketahui, kecanggihan pengambilan gambar kebut-kebutan di jalan raya adalah spesialis franchise FF. Bahkan di sekuel yang keenam ini cara pengambilan gambar yang dilakukan jauh lebih canggih dan menuju level membahayakan. Ditambah lagi, urut-urutan sekuel dibuat sedemikian rupa sehingga sekuel kali ini merupakan sisipan (prekuel) dari FF4 : Tokyo Drift. Jadi, kalau boleh diurut urutan ceritanya adalah 1-2-3-5-6-4 seperti itu. Dan kalau boleh pinjam quote seorang teman, setelah nonton sekuel keenam ini kita tak akan sabar menanti sekuel yang ketujuh (dan semoga merupakan seri pamungkas franchise ini). Selain pengambilan gambar kebut-kebutan yang ciamik, efek action yang ada di film juga disajikan pas, tidak berlebihan tetapi menarik. Selain disuguhi adegan action dan kebut-kebutan yang membuat jantung berdebar-debar, sempalan jokes yang ada di dalam film juga berperan sebagai ice breaking dan membuat penonton tertawa terpingkal-pingkal.

Kredit tersendiri juga perlu diberikan kepada aktor asal Indonesia, Joe Taslim, yang memerankan perannya dengan baik dan dalam porsi yang cukup besar pula. Apalagi, Om Joe juga memperkenalkan jargon berbahasa Indonesia dalam film ini yakni "Hantam Mereka!" bukankah itu cukup membanggakan? Om Joe layak mendapat tempat untuk disandingkan dengan aktor kenamaan Hollywood seperti Vin Diesel karena beliau dapat melakukan adegan berantem secara epik.

Well, menurut ane film ini bagus! 

Plot★ ★ ★ ½ ☆
Akting★ ★ ★ ½ ☆
Musik★ ★ ★ ★ ☆
Grafis★ ★ ★ ★ ½
Overall★ ★ ★ ★ ☆   

Comments

  1. review filmnya bagus :) yang mau baca review film terbaru, bisa langsung ke http://www.gostrim.com selamat membaca :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Thank you for visiting my blog, kindly leave your comment below :)