Review Film : Captain America - The Winter Soldier [2014]

Usai chaos yang terjadi di New York 2012 lalu, kini Captain America yang hidup bersama S.H.I.E.L.D menghadapi ancaman lama tapi baru. Ternyata usaha Captain America menumpas HYDRA dan kroni-kroninya bisa dibilang tak cukup berhasil. Seperti mitos Yunani lama, satu kepala terpotong maka tumbuh kepala lainnya. Sama halnya dengan organisasi sains Nazi yang membelot ini, satu kepala telah dipotong oleh sang Kapten malah tumbuh satu kepala lagi yang menjadi parasit jangka panjang.


Awalnya S.H.I.E.L.D kecolongan sehingga data rahasia mereka mampu dibajak oleh orang Skandinavia pimpinan Batroc. Sang Kapten, Steve Rogers (Chris Evans) dan rekan seksinya, Natasha Romanoff (Scarlett Johansson) diberi mandat oleh pimpinan S.H.I.E.L.D, Nick Fury (Samuel L. Jackson) untuk merebut berkas yang dibajak tadi. Misi berhasil dituntaskan oleh sang Kapten, tetapi masalah tak berhenti sampai di situ. Hingga setengah bagian film penonton berhasil dibuat bingung akan kerumitan masalah yang membuntuti pembajakan tadi. Ditambah lagi, ternyata pimpinan S.H.I.E.L.D terbunuh.

Sebenarnya film ini tidak hanya berfokus pada karakter Captain America melainkan tentang S.H.I.E.L.D sehingga film lebih terasa seperti Captain America benar-benar bawahan Nick Fury. Nick Fury pun diplot sedemikian rupa hingga terlihat menyerupai tokoh antagonis padahal tokoh antagonis utama berada di bawah hidung S.H.I.E.L.D sendiri. Satu-satunya yang menjadi pengingat bahwa ini adalah franchise Captain America adalah reuni Steve Rogers dengan sahabat karibnya sejak kecil, Bucky Barnes (Sebastian Stan) yang kini berubah menjadi mesin pembunuh andalan HYDRA. Dengan kerumitan dan kejutan-kejutan dalam plotnya tak heran kalau Captain America layak merajai Box Office pekan ini.

Aneh rasanya menonton film Marvel tanpa sisipan komedi yang segar. Kesan yang ditangkap sepanjang menonton film ini adalah film ini serius. Sejak lima menit pertama penonton disuguhi adegan aksi Chris Evans yang apik (dan tentu saja dimainkan oleh stuntmannya). Belum lagi plot cerita yang berputar-putar, mengejutkan dan seru. Racikan musik yang mengiringi film pun digarap sedemikian rupa hingga film benar-benar pas untuk ditonton, Ditambah lagi kemajuan peran Chris Evans yang pesat ketimbang perannya di Captain America pertama dan juga porsinya di The Avengers. Chemistry dengan Scarlett Johansson pun tertata apik sehingga mereka ternyata juga bisa menjadi duo yang epik dalam film ini. Yang disayangkan dari film ini adalah porsi Captain America vs The Bad Guy dirasa kurang mencukupi, justru film lebih menitikberatkan pada S.H.I.E.L.D. Overall, film ini menebus kegagalan film pendahulunya yang rilis empat tahun lalu. 

P.S : Jangan tinggalkan kursi bioskop setelah credits, Marvel selalu menyuguhi bonus scene yang membuat Marvel Universe terhubung.

Plot★ ★ ★ ★ ☆
Akting★ ★ ★ ★ ☆
Musik★ ★ ★ ★ ☆
Grafis★ ★ ★ ★ ☆
Overall★ ★ ★ ★ ☆  

Comments

Post a Comment

Thank you for visiting my blog, kindly leave your comment below :)