Review Film : The Amazing Spiderman - Rise of Electro [2014]

Berjarak dua tahun dari film remake pertamanya, The Amazing Spiderman, Peter Parker kembali hadir menghiasi layar lebar. Mengusung pemeran yang masih sama Andrew Garfield dan Emma Stone, The Amazing Spiderman 2 memang masih melanjutkan hectic dari film perdananya. Tak jauh berbeda pula, sekuel kedua ini juga masih menampilkan Spiderman yang sangat-sangat manusiawi dan realistis.


Sama dengan Spiderman 2 yang dibintangi Tobey MacGuire 10 tahun lalu, Spidey versi teranyar ini kini juga mengalami kebimbangan di antara dua pilihan, tetap menjadi superhero New York atau menjadi manusia biasa dan menemani kekasihnya, Gwen Stacy (Emma Stone). Drama memang, tapi apa menariknya dari sebuah film superhero tanpa drama bukan? Tak hanya itu, musuh kali ini yakni Electro (Jamie Foxx) juga dua kali lebih kuat dari musuh yang dihadapi Spiderman di seri sebelumnya. Apalagi Electro memiliki obsesi dan kemarahan tersendiri yang membuat dirinya jauh lebih berbahaya dan membuat Spiderman kewalahan. Peter Parker (Andrew Garfield) yang tengah gelisah itupun lantas dikunjungi oleh sahabat terbaiknya sepanjang masa, Harry Osborne (Dane DeHaan). Tak cuma satu masalah yang dihadapi oleh superhero miskin dan kocak ini, ada banyak masalah yang mengujinya apakah dia benar-benar bertekad menjadi pahlawan atau tidak.

Sejujurnya, plot film serta jajaran pemain yang dihadirkan dalam sekuel kedua remake Spiderman ini lebih baik dari film pendahulunya. Sayangnya, masih saja ide cerita yang benar-benar baru, manusiawi dan realistis membuat film ini terkesan lebih fun dan ringan ketimbang Spiderman sepuluh tahun lalu. Andrew Garfield tetap kocak dan bahkan terlihat lebih romantis dalam film besutan Marc Webb ini, akan tetapi karakter Peter Parker yang diperankan olehnya menjadi terlihat kurang menonjol. Dalam artian, Peter Parker di franchise in bukan Peter Parker melainkan Andrew Garfield. Selain itu, visualisasi musuh masih saja kekanak-kanakan dan terkesan kurang garang dan intelektual seperti film Spiderman ala Sam Raimi.



Nilai plus dari remake Spiderman ini adalah kejelasan asal-usul Peter yang tak pernah disinggung oleh Sutradara Sam Raimi, hal tersebut juga membuat film Spiderman ini memuat lebih banyak unsur drama ketimbang adegan berantem sana-sini. Dan tentu saja, memang The Amazing Spiderman 2 punya banyak sekali drama!! Namun jangan khawatir, efek yang luar biasa dan dukungan musik yang diracik syahdu membuat film ini masih menarik untuk ditonton. Bagi penulis pribadi, film ini masih belum bisa menghadirkan klimaks yang benar-benar menarik dan agak membosankan. Untungnya, kejutan di bagian akhir film yang cukup menyedihkan membuat penonton tak sabar menunggu serial selanjutnya. Hmmm sepertinya superhero laba-laba genetis ala Andrew Garfield ini menjadi semakin menarik.


Plot★ ★ ★ ☆ ☆
Akting★ ★ ★ ☆ ☆
Musik★ ★ ★ ★ ☆
Grafis★ ★ ★ ★ ☆
Overall★ ★ ★ ☆ ☆  

Comments