Resensi Buku : Before Happiness [2014]

Before HappinessBefore Happiness by Abbas Aditya
My rating: 3 of 5 stars

Friendzone, cinta pertama dan cinta sahabat sendiri? Sudah biasa, bahkan tema tersebut mainstream dijadikan basis cerita sebuah buku. Tak ada kisah semenarik jatuh cinta pada sahabat sendiri dan mengalah pada persahabatan, klise memang tapi tetap saja topik persahabatan dan cinta tak pernah lepas dari dunia literasi Indonesia.

Debut Abbas Aditya yang merangkum kepedihan friendzone inilah yang bakal menentukan masa depan Abbas sendiri. Well, sebetulnya ide cerita yang mainstream dapat menjadi batu loncatan yang baik atau malah jadi blunder bagi penulis itu sendiri. Sedangkan menurut ane, Abbas mempunyai masa depan yang cerah setelah debutnya ini.

Abbas memiliki gaya cerita dan diksi yang santai, kocak, dan tidak membosankan. Abbas lihai bermain kata dan mendeksripsikan setting secara visual. Meski begitu, harus diakui bahwa karya pertama penulis muda ini butuh beberapa pengembangan lagi, antara lain penggodokan konflik dan pematangan chemistry antar tokoh.

Before Happiness memang berakhir Happy, sayangnya menurut ane, akhir yang ditulis Abbas kurang memuaskan bagi pembaca apalagi konflik yang dihadirkan juga dirasa kurang panas. Kalau saja Abbas mau mengelaborasi konflik maka novel ini akan menjadi bacaan yang jauh dari kata klise. Ending sudah tertebak tapi Abbas mampu membuat pembaca enggan mempercayai ending yang sudah tercetak biru dalam imaji pembaca.

Dan yang patut diapresiasi dari Abbas adalah kemahirannya membuat pembaca betah berlama-lama membaca bukunya meski dua puluh halaman pertama telah lewat.

Good job! We'll wait for your next writing dude.

Rating : ★ ★ ★ ☆  ☆

View all my reviews

Comments

  1. terimaaa kasihh resensinyaaa :) ntar aku mau coba baca ahh :D
    oh iyaa salam kenal yaa

    ReplyDelete

Post a Comment

Thank you for visiting my blog, kindly leave your comment below :)