Review Film : The Maze Runner [2014]


Here we go, there was just another post-apocalyptic young adult movie after The Hunger Games. Yeah, film berdasarkan novel terkenal karangan James Dashner kini diangkat ke layar lebar dengan bintang baru yang melejit lewat serial Teen Wolf MTV, Dylan O'Brien. Bagi penggemar film tentunya wajah Dylan juga tak begitu asing, sebab Dylan juga pernah membintangi film komedi Vince Vaughn The Internship.


Well, just like another post-apocalyptic setting movie. Bumi menuju kehancuran, kali ini kerusakan itu membuat sekelompok pemuda dikurung dalam sebuah labirin beton raksasa. Para pemuda itu berkumpul di Glade, kawasan yang berada di tengah labirin membuat para pemuda itu terlihat terjebak. Thomas (Dylan O'Brien) juga tak lepas menjadi salah satu pemuda yang diasingkan itu. Di Glade, Thomas bertemu dengan Gladers, Alby (Aml Ameen), Chuck (Blake Cooper), Newt (Thomas Sangster) serta Gally (Will Poulter). Thomas, meski ingatannya dihapus, tetap saja memiliki rasa ingin tahu yang lebih banyak ketimbang teman-temannya yang lain. Thomas selalu penasaran apa yang terjadi di dalam labirin dan mengapa tidak sembarang orang boleh menjelajah labirin yang mengurungnya dan teman-temannya di sana.



Suatu kali Alby yang masuk ke dalam labirin bersama pemimpin Runner, Minho (Ki-Hong Lee) tertimpa musibah. Justru dari kejadian inilah Thomas membuktikan bahwa dirinya bukan hanya sekedar "anak baru", sejak kejadian itu lambat laun Thomas mulai disegani oleh pemuda Gladers. Selang beberapa waktu, seorang gadis dikirim ke Glade. Gadis itu memegang catatan di tangannya ketika tiba di Glade dalam kondisi sama seperti pemuda lainnya, hilang ingatan. Catatan yang dipegang oleh gadis bernama Teresa (Kaya Scodelario) itu berbunyi "She's the last one. Ever". Bertanya-tanya apa maksud kejadian aneh yang terjadi beruntun di Glade, Thomas dan Minho memulai investigasi lanjutan mengenai jalan keluar dari labirin dan meyakinkan yang lain agar dapat keluar bersama-sama dari labirin tersebut.


The Maze Runner menyajikan kejutan dan adegan pacu jantung dengan intensitas cukup tinggi. Musik, pengambilan gambar serta akting pemain membuat film ini betah ditonton berlama-lama. Skenario cukup digarap dengan apik dan padat. Efek visual gambar juga bisa dibilang baik. Film ini bahkan terasa lebih seru ketimbang Hunger Games jilid pertama. Meski alur cerita cukup bisa ditebak namun film ini tetap saja menyajikan aura yang memikat penontonnya. Bahkan akting Chuck pun cukup mengharukan meskit tidak sampai membuat penonton menangis. Well done, Wes Ball. Can't wait for the next sequel, The Scorch Trial.



Plot★ ★ ★ ½  ☆
Akting★ ★ ★ ★ ☆
Musik★ ★ ★ ★ ☆
Grafis★ ★ ★ ★ ☆
Overall★ ★ ★ ½  ☆   

Comments