Review Film: Insurgent [2015]

Tris yang telah bebas dari Jeanine di jilid pertama, Divergent, rupanya tak sepenuhnya bebas. Perjuangan Tris dan Four tak berhenti dari menghentikan genosida terhadap faksi Abnegation saja, Jeanine tak akan berhenti sebelum semua Divergent musnah. Jeanine bersikukuh untuk mempertahankan sistem Faksi yang mana dianggapnya sebagai pemelihara kedamaian antar umat manusia. Mengingat tak ada lagi manusia yang tersisa di luar tembok yang membatasi dunia lima faksi.


Beatrice Prior (Shailene Woodley), Four (Theo James), Caleb Prior (Ansel Elgort) serta Peter (Miles Teller) kini telah menjadi buronan akibat pelarian mereka pasca aksi genosida Jeanine Matthews (Kate Winslet) yang berhasil mereka gagalkan. Keempat pemuda ini bersembunyi di faksi Amity, faksi yang menjunjung tinggi kebaikan dan saling memaafkan. Meski tinggal di lingkungan yang nyaman dan tenang, Tris masih tetap gundah. Rasa bersalahnya karena tidak sengaja membunuh rekan dekatnya menghantuinya sepanjang hari. Hal ini membuat pribadi Tris terguncang, jiwanya tidak stabil dan cenderung temperamental.


Di sisi lain, Jeanine telah menemukan cara yang dianggapnya bisa digunakan untuk memusnahkan Divergent selama-lamanya. Jeanine semakin memperketat pencariannya terhadap Divergent-divergent yang tersembunyi di seluruh Faksi dan Jeanine semakin memperkuat indera pencarinya untuk menemukan Tris. Usut punya usut, Jeanine berusaha menguak pesan para pendiri lewat kotak yang hanya bisa dibuka oleh Divergent terkuat. Divergent terkuat yang ada dan masih hidup tak lain dan tak bukan adalah tokoh utama kita, Tris.

Tak hanya mengenai menjaga perdamaian, tujuan Jeanine sebenarnya jauh dari itu. Jeanine ingin menjadi penguasa dunia baru berkedok memelihara sistem yang telah ada. Di bawah tanah muncul pergerakan revolusioner yang dipimpin oleh Ibunda Four, Evelyn Eaton (Naomi Watts). Pemberontakan mulai memanas, Tris terus berjuang agar tujuan tirani Jeanine tak pernah tercapai. Meski begitu Tris dihadapkan terhadap dilema lain yakni memerangi kebencian dan amarah yang berkecamuk dalam dirinya. Di sini Tris sesungguhnya memerangi dirinya sendiri.

Insurgent dieksekusi lebih baik ketimbang film pendahulunya. Kentara sekali akting Shailene Woodley mengalami kemajuan yang cukup signifikan. Tak hanya Shailene, Ansel Elgort dan Miles Teller pun ketiban efek kemajuan akting dan peran yang signifikan. Apabila di film sebelumnya peran Peter dan Caleb dipandang sebelah mata, maka di film kedua trilogi Divergent ini keduanya memiliki porsi yang cukup penting dan mengejutkan. Efek yang disuguhkan dalam film, yah meski terlihat terlalu imajiner dan berlebihan, tetap saja memanjakan mata. Ketegangan dan naik turun emosi dijaga rapi sehingga film menarik untuk diikuti sepanjang 119 menit. Meski begitu, skenario film yang dihadirkan hampir begitu berbeda dari Buku. So, this really a good movies to be watched in cinema.


Plot★ ★ ★ ☆  ☆
Akting★ ★ ★ ★ ☆
Musik★ ★ ★ ★ ☆
Grafis★ ★ ★ ★ ☆
Overall★ ★ ★ ½  ☆   

Comments