Review Film : The Avengers - Age of Ultron [2015]

Setelah berselang tiga tahun dari film pendahulunya, The Avengers phase 2 kini telah hadir di bioskop-bioskop seluruh Indonesia. Sejak kemunculan perdananya tahun 2012 lalu, The Avengers yang menjadi pentolan Marvel Cinematic Universe telah menyedot animo penonton begitu banyaknya. Nampaknya pula Age of Ultron akan menggeser Fast and Furious yang tengah bertengger merajai Box Office Amerika. Bagaimanakah resensi dari film berdurasi 142 menit ini? Segera scroll ke bawah ya gan!


Masih ingat akhir dari film Captain America : The Winter Soldier 2014 lalu? Ya, benar! Tongkat Loki adalah kunci utama dari Avengers phase 2 ini. Para punggawa Avengers, Iron Man atau si eksentrik Tony Stark (Robert Downey Jr.), Captain America (Chris Evans), Hawkeye (Jeremy Renner), Thor (Chris Hemsworth), Bruce Banner/Hulk (Mark Ruffalo) dan Natasha Romanoff (Scarlett Johansson) tengah memburu tongkat Loki agar tidak disalahgunakan oleh Hydra yang dikepalai oleh Strucker.

Setelah misi dituntaskan muncul masalah baru yang timbul akibat keegoisan sekaligus kejeniusan Iron Man. Tony Stark berencana memperkuat skuad Avengers dengan robot-robot ciptaannya akan tetapi ternyata tongkat Loki memiliki kekuatan magis yang mempu menggerakkan robot-robot itu sehingga robot-robot itu memiliki kecerdasan artifisial. Niat baik Tony Stark malah menimbulkan bencana, dari situlah muncul Ultron (James Spader) yang mengaku sebagai penyelamat dan penjaga perdamaian akan tetapi malah ingin memusnahkan The Avengers bahkan seluruh umat manusia di muka bumi ini. Oleh sebab itu, The Avengers kembali disibukkan dengan misi penyelamatan dunia dan mereka memiliki keluarga baru yang muncul dalam film ini, yakni Scarlet Witch (Elizabeth Olsen), Quicksilver (Aaron Taylor-Johnson) dan Vision (Paul Bettany).


Entah kenapa menurut penulis film Avengers kali ini kurang berasa Marvel. Mungkin karena grafis yang terlihat agak kasar dan digarap kurang halus di bagian awal film. Sehingga keseruan film menjadi terlalu dramatis dan agak dibuat-buat di paruh awal. Selain itu, musuh dari Avengers kali ini bukanlah Alien yang selalu dibahas di film sebelumnya akan tetapi malah tokoh ciptaan pahlawan Avengers sendiri.

Ketiadaan S,H.I.E.L.D juga terasa signifikan meski pada akhirnya S.H.I.E.L.D tetap muncul sebagai penyelamat. Kredit tersendiri tersemat pada Hawkeye yang memiliki porsi akting lebih banyak ketimbang di film pertama. Apabila di film pertama Iron Man menyedot perhatian paling banyak, di film kedua pembagian peran cukup rata dan masing-masing punggawa Avengers memiliki background cerita mereka tersendiri yang cukup menarik.


Meski adegan baku hantam disuguhkan seru dan tiada henti, rasanya ada yang hilang dari aksi-aksi yang ditonjolkan dalam film ini. Kekurangan tersebut cukup terbayar oleh jokes-jokes segar yang disisipkan dalam dialog film. Yah, film ini memang cukup menghibur dan sayang untuk dilewatkan.

Plot★ ★ ★ ☆  ☆
Akting★ ★ ★ ☆ ☆
Musik★ ★ ★ ☆ ☆
Grafis★ ★ ★ ☆ ☆
Overall★ ★ ★ ☆ ☆   

Comments