Review Film: Mockingjay pt. II [2015]


Setelah menelan kekecewaan akibat Mockingjay part I, ternyata Mockingjay II masih tetap saja dinanti. Meski memang pada hari ketiga penayangan Mockingjay di Indonesia, tak terlihat antrean panjang seperti dua film sebelumnya. Biasanya hingga satu minggu atau bahkan dua minggu setelah tanggal premiere, antrean penonton masih saja panjang. Atau hanya sebuah keberuntungan saja hari ini penulis tidak mengalami antrean panjang atau kehabisan spot nonton yang enak? Mungkin karena hari ini hari Senin dan tanggal tua, mungkiiiiiinnn....

Well seperti review penulis tahun lalu yang menyatakan bahwa Mockingjay ME-NGE-CE-WA-KAN, ternyata beberapa postingan di sosmed penulis juga melayangkan hal senada. Ada yang berkomentar "endingnya kok gitu banget sih?" atau "mending nonton ini lah, blablabla", intinya review sementara film ini negatif. But we can't decide something before we experienced it right? Jadilah penulis sengaja memilih hari ini untuk pergi nonton karena harga tiket lebih murah sepuluh ribu rupiah di weekday. Bagi yang belum sempat baca review part sebelumnya klik di sini saja.

Melanjutkan kisah film sebelumnya, dimana Peeta (Josh Hutcherson) masih labil akibat disiksa Capitol dan Katniss (Jennifer Lawrence) secara sukarela menjadi Mockingjay dengan tetek bengek proponya. Pada film ini dikisahkan 3/4 cerita di buku, apa penulis perlu menceritakan sinopsisnya? Penulis rasa gak perlu ya karena nanti ujung-ujungnya bakal spoiler dan para pembaca sendiri juga tahu akhir ceritanya seperti apa. Oleh sebab itu, kali ini penulis akan berbagi kesan setelah nonton film aja.

As usual, I used to compare the book and the movie (you can read the book review here). Tapi hal ini menjadi tabu dan tidak pantas dilakukan sebab perkataan seorang teman bahwa "Buku dan film merupakan hal yang sangat berbeda, jadi gak imbang dong kalau buku dibandingkan dengan film atau sebaliknya. Well, nikmati aja jangan dibandingkan." Hmmm meski begitu penulis tetap saja gatal membanding-bandingkan buku dengan film. And I have to say this as the fans of both the book and the movie, this part is satisfying enough for you readers.



Berbeda dengan part I yang terkesan lamban dan bertele-tele serta minim adegan aksi, part II menghadirkan kembali rasa Hunger Games yang sempat hilang. Pada part ini tetap saja disempilkan drama namun masing-masing pemeran mampu memerankannya dengan baik. Dan Jennifer Lawrence berhak mendapatkan Oscar sekali lagi atau kita juga bisa memuji akting Josh Hutcherson yang gak main-main dan perkembangan masing-masing karakter. Singkatnya, seluruh aktris dan aktor mengolah emosi dari peran mereka masing-masing dengan sangat baik.

Belum lagi penggambaran adegan aksi yang cukup mumpuni dengan efek yang lebih halus daripada part sebelumnya. Dalam part ini, ketegangan kembali dihadirkan dengan ritme yang dijaga serta didukung oleh tatanan musik yang pas. Intinya, part II lebih bisa dinikmati ketimbang part I yang membosankan dan membuat kita ngantuk. Buktinya, para penonton bioskop bisa tertawa dan memberi applause di dalam sinema.


Terlepas dari penolakan atau desepsi penulis terhadap penilaian orang lain, penulis benar-benar menulis review ini secara objektif. Profesional bukan personal. Dan penulis benar-benar mengapresiasi usaha Francis Lawrence untuk menghadirkan eksekusi final yang memuaskan bagi para penggemar. Kelemahan dari Mockingjay adalah terbaginya dia menjadi dua part yang menurunkan kualitas film yang dihasilkan. Dan juga sedihnya, adegan yang menurut penulis begitu penting justru dihadirkan begitu singkat dan kurang mengena. Adegan apa itu? Yang jelas adegan itu adalah adegan inti trilogi ini.

Sebuah penutup yang manis yang mampu membayar kekecewaan dari film sebelumnya.

Kembali lagi pada diri kita masing-masing, masalah selera dan opini itu relatif sesubjektif apapun sudut pandang kita. Akhirul kata, film ini lebih layak ditonton daripada part I-nya dan lebih baik dipilih untuk melengkapi akhir pekan bagi kalian yang kurang piknik.


Plot★ ★ ★ ★ ☆
Akting★ ★ ★ ★ ☆
Musik★ ★ ★ ★ ☆
Grafis★ ★ ★ ★ ☆
Overall★ ★ ★ ★ ☆   

Comments