Perjalanan Mendapatkan Beasiswa LPDP (Part 1)


Hai, para pejuang beasiswa? Apa kabar? Sudah siapkah kamu untuk menjadi pemimpin masa depan bangsa? Well, sebetulnya ketika postingan ini ditulis penulis masih belum resmi mendapatkan keputusan apakah lolos atau tidak dalam serangkaian proses seleksi beasiswa LPDP hehehehe. Beasiswa LPDP merupakan beasiswa yang dicetuskan oleh Ibu Menteri Keuangan kabinet Indonesia Bersatu, Ibu Sri Mulyani. Dengan visinya untuk menjadi lembaga pengelolaan keuangan terbaik regional untuk mempersiapkan pemimpin masa depan bangsa, LPDP hadir buat kamu-kamu yang punya pandangan untuk berkontribusi pada bangsa dan negara. FOR THE SAKE OF THE COUNTRY!!

Lebih jauh, silahkan kunjungi website LPDP dulu di sini untuk mengetahui apakah visi dan misi mereka sejalan dengan keinginanmu dan apakah kamu sesuai dengan apa yang LPDP cari. Beasiswa ini dibagi dalam beberapa jenis, yakni: Beasiswa BPI, Afirmasi, Tesis dan Disertasi, serta Presidential Scholarship masing-masing penjelasan bisa kamu lihat langsung di sini. Sebenarnya postingan semacam ini telah begitu banyak beredar di internet karena begitu banyak orang-orang di luar sana yang telah membagikan pengalaman membahagiakannya untuk mendapatkan beasiswa paling dicari seantero Indonesia ini.

Agar kesempatan kamu mendapatkan beasiswa gabungan dari tiga kementrian ini lebih besar, setidaknya kamu harus melakukan riset mengenai beasiswa ini minimal 6 bulan sebelum kamu apply, setahun sebelumnya juga boleh. Tujuannya apa? Agar kamu dapat menyiapkan diri kamu semaksimal mungkin untuk memenuhi kriteria yang dicari LPDP. Penulis sendiri telah mengetahui beasiswa ini sejak berada di semester 5 dan mulai melakukan riset sejak semester 6. Penulis membutuhkan waktu 6 bulan lebih untuk mempersiapkan segala hal yang berkaitan dengan beasiswa ini.

Pra-registrasi:
  1. Penulis mulai menjelajahi website LPDP dan mencari jenis beasiswa apa yang menjadi target penulis. Lalu mulai melakukan ceklist terhadap kelengkapan berkas dan dokumen yang dibutuhkan.
  2. Penulis mencari blog-blog yang berisi pengalaman kesuksesan dan kegagalan serta proses seleksi LPDP untuk mendapatkan gambaran kelebihan, kekurangan, dan tips apa saja yang bisa digunakan untuk mendapatkan beasiswa dari kementrian keuangan ini.
  3. Penulis mulai mempersiapkan persyaratan bahasa, dalam hal ini IELTS. Penulis sadar, cita-cita penulis ke  LN harus diiringi dengan usaha. Jadi penulis berusaha belajar IELTS, mengetahui apa saja yang dibutuhkan untuk mengerjakan soal IELTS, dan memahami bagaimana cara mengerjakan soal IELTS.
  4. Penulis mulai melengkapi persyaratan LPDP, dalam hal ini penulis menggunakan sertifikat TOEFL karena harga sertifikasi TOEFL lebih terjangkau daripada sertifikasi IELTS. Penulis berpikir sertifikasi IELTS dilaksanakan ketika mendekati hari pengumuman/setelah hari pengumuman.
  5. Penulis mendaftar ke beberapa perguruan tinggi yang berada dalam list LPDP. Lebih baik mendaftar ke banyak perguruan tinggi sekaligus karena masing-masing perguruan tinggi memiliki respon yang berbeda, ada yang cepat ada yang lambat. Ada yang menggunakan application fee ada yang tidak.
Setelah wisuda dan mendapatkan ijazah, barulah penulis berani menekan tombol submit pada halaman pendaftaran LPDP. Oh ya, sebetulnya penulis juga mengambil TOEFL mepet dengan tanggal deadline registrasi karena ada suatu hal yang menyesakkan. Penulis juga akhirnya memilih untuk join periode 2 tahun 2016 karena penulis baru diwisuda bulan Februari dan ijazah baru keluar bulan Maret. Untuk registrasi sendiri, LPDP mensyaratkan beberapa hal sebagai berikut:
  1. Pengisian CV, pastikan mengisi CV dengan lengkap dan tulis semua pengalaman, seminar, kepanitiaan, dan penelitian yang telah dilakukan.
  2. Surat rekomendasi dari atasan/dosen, untuk mendapatkan surat ini silahkan kunjungi website LPDP dan download booklet beasiswa karena format semua surat berada di sana. Jangan lupa untuk melakukan pendekatan kepada orang yang akan anda mintai rekomendasi. Bagi mahasiswa dekati saja dosen pembimbing atau penguji skripsi karena mereka yang tahu kompetensi Anda dalam bidang akademik selama pengerjaan skripsi (istilahnya lebih intens). Usahakan pula mendapatkan rekomendasi dari dosen yang minimal bertitel Doktor (paling bagus Professor) atau pernah belajar di LN.
  3. Surat keterangan sehat dan bebas narkoba, untuk mendapatkan surat ini Anda harus melakukan general check up ke rumah sakit pemerintah dengan biaya kurang lebih Rp 600.000 (sekaligus rontgen Thorax TBC) untuk beasiswa LN. Cara mengurusnya mudah sekali kalau Anda tidak menggunakan BPJS.
  4. Ijazah, Transkrip, Sertifikat bahasa (TOEFL/IELTS), dan scan KTP.
  5. Esai, LPDP mensyaratkan tiga esai: Sukses terbesar dalam hidupku, kontribusiku bagi Indonesia, dan rencana studi. Saya tidak bisa memberitahukan bagaimana cara membuat esai yang baik karena saya masih merasa bahwa esai saya tidak terlalu bagus juga. Yang penting jabarkan visi Anda ke depan dengan jelas, Anda ingin kuliah dimana, mengambil jurusan apa, subjek  apa yang akan dipelajari, apa tesis yang akan anda ambil lalu manfaatnya bagi Indonesia apa dan semacamnya.
Selama persyaratan yang diminta LPDP telah lengkap maka kesempatan Anda untuk lulus seleksi administrasi sangat besar. Alhamdulillah berkat rahmat Tuhan YME dan kekuatan doa serta persiapan yang matang, saya dinyatakan lulus seleksi administrasi.


Sayangnya, perjuangan masih belum berhenti sampai di sini saja. Masih ada tahap yang jauh lebih berat dan membutuhkan usaha yang lebih untuk mendapatkan beasiswa yang dibuka sepanjang tahun ini. Asyiknya, beasiswa LPDP dibuka sepanjang tahun dengan maksimal dua kali kesempatan mencoba. Jadi kalau Anda gagal di percobaan pertama, masih ada satu kesempatan lagi untuk mencoba di periode selanjutnya.

Comments