Cuma Pengen Cerita: Persiapan Keberangkatan

Persiapan Keberangkatan 85 LPDP Bhadrika Sagraha

Setelah dinobatkan menjadi penerima beasiswa LPDP, tentu gak afdol dong kalau belum melewati tahap PK (Persiapan Keberangkatan). Bagi semua penerima beasiswa LPDP, PK semacam peresmian bahwa mereka sudah 60% menjadi awardee. Dan 40% lainnya adalah ketika mereka sudah mulai bersekolah hehe. Sama seperti awardee-awardee lain, aku juga harus ikut PK.

Apa sih tujuan PK itu? Tujuan PK ada 3, yang pertama adalah bermain-main dengan LPDP, yang kedua bermain-main dengan awardee lainnya, dan yang terakhir bermain-main dengan tokoh nasional. Diharapkan setelah PK para awardee akan merasa lekat dan menjadi satu keluarga, baik secara lingkup personal dengan LPDP atau secara nasional. Dulunya PK sempat disebut sebagai Program Kepemimpinan dan pada waktu itu PK bisa diadakan hingga 12 hari. Woah keren banget kan?!


Sebetulnya aku tak berharap berangkat PK tahun ini karena aku belum memiliki LoA (Letter of Acceptance) atau surat diterima di kampus. Aku berharap PK di awal tahun 2017 saja, sembari fokus mencari LoA dan sebagainya.

Jadi, setelah aku dipetakan ke dalam PK-85 aku juga ditunjuk secara random untuk menjadi moderator milis. Yang mana memberikanku banyak keuntungan sekaligus kesengsaraan. Keuntungan karena dapat mengenali teman-teman PK-ku terlebih dahulu meski cuma lewat nama. Kesengsaraan karena aku harus rela stand-by tiap malam untuk memandu diskusi milis dan bikin BA. Ah gak usah alay, orang kamu dibantu sama banyak orang juga Gis! xP

Hebohnya persiapan pra-PK sudah dimulai kurang lebih satu bulan setengah sebelum hari H. Btw, tanggal keberangkatan PK-85 adalah 7-12 November 2016 di Wisma Hijau. Jadi selama satu bulan itu repot banget milih ketua angkatan, tema PK, maskot, dll dll. Sebetulnya yang wajib adalah pemilihan perwakilan angkatan. Kenapa? Ya karena dalam setiap hal, komunikasi dilakukan satu arah melalui ketua angkatan dan semua kegiatan harus disupervisi LPDP. Masalah mau mengambil tema angkatan, lagu angkatan, maskot angkatan, atau nama angkatan itu merupakan hal yang kesekian atau kalau kata Pak Kamil, "Tidak wajib!" tapi sayang kan kalau PK lempeng-lempeng gitu aja gak ada seru-serunya?

Tahap paling merepotkan selama kegiatan Pra-PK di angkatan 85 adalah pemilihan perwakilan. Entah berapa BA dan berapa voting yang telah dilakukan karena bongkar pasang personel perwakilan angkatan ini. Waktu itu kadang sampai sebal, kenapa yang berdomisili Jabodetabek gak mau berkorban sih? Kenapa sampai harus mengorbankan anak-anak di luar Jabodetabek? Yah meskipun waktu itu akomodasi dibayarin juga. Alah kamu juga gak mau aja lo Gis, ngapain protes?

Setelah ribet dengan urusan pra-PK, finally D-Day datang! Aku berangkat pada hari Minggu kuturut ayah ke kota, naik delman istimewa ku duduk di muka tanggal 6 November 2016, all by myself. Setelah sampai di WH, aku langsung disambut dengan yel-yel kelompokku dan aku merasa awkward karena datang telat banget ...

Ternyata para awardee yang datang H-2 dan H-3 udah melakukan persiapan dengan matang sehingga I got nothing to do ketika aku barusan datang. Ya emang itu tujuanku sih hahahahahahaha *ketawa setan*. Tapi gakpapa, panitia PK memang oke punya kok. Dekorasi PK-85 bagus banget dan bahkan lebih bagus dari PK sebelum atau sesudahnya hohoho. H-1 PK adalah hari dimana aku bertemu dengan orang-orang asing yang cuma kenal lewat Telegram, awkward banget. Apalagi aku adalah tipe orang yang engga mudah mengenal atau dekat dengan orang lain.

Suasana baru cair ketika PK kami mengadakan semacam gladi bersih. Aku yang memilih duduk di pojokan akhirnya memberanikan diri untuk berkenalan satu-satu. "Halo mas, namanya siapa?" "Ohh mas itu yaaa, saya Agista. Moderator." begitu aku selalu memperkenalkan diri karena teman-teman PK mengenalku sebagai mbak Momod. Dan waktu gladi bersih memang aku duduk di kursi paling pojok, dua dari belakang. Di sisi-sisiku didominasi oleh awardee-awardee pria dari kelompok yang sama dengan kelompokku. Maklum introvert sukanya mojok-mojok.

Esoknya, PK telah dimulai. Setelah malamnya menginap di Bangday, sebuah penginapan agak dekat dari WH, karena belum check in di Wisma Hijau aja sih. Check In Wisma Hijau dilakukan pagi hari sebelum sesi pertama PK dimulai. Dan keriaan PK telah dimulai! Yay! Hari pertama memang masih agak awkward gitu tapi sama teman sekelompok udah agak mencair perkenalannya. Yah meski buatku butuh dua hari lebih untuk dekat dengan anggota kelompok yang cewek-cewek. Agista mah gitu, lebih cepet akrab sama pria daripada sama wanita. Lalu mulai lah aku mengenali dan memperhatikan anak-anak dari kelompok lainnya. Sambil lalu seperti waktu sholat, coffee break, atau makan aku mencoba mengenal mereka. Pada akhirnya ya aku tahu lo sebagian besar nama mereka cuma baru ketemu orangnya pas PK.

Pravit Asdhani!
Hari pertama berlangsung dengan lancar dan pada hari pertama itu aku merasa terkejut karena PK itu agak melelahkan. Sejujurnya aku sebel dan muram karena jam tidurku dipangkas habis-habisan, aku yang biasa tidur jam 8 jadi harus tidur jam 12 malam jam 1 malam karena acara yang sangat padat. Tapi gakpapa, senyumin aja, natural aja. Karena jam tidur yang kepangkas banyak itu membuatku bertemu dengan orang-orang keren dan inspiratif.

Hari kedua, acara dimulai jam 5 pagi tapi awardee harus bangun jam 4 pagi. Acara pertama adalah integrity sport yang diawali dengan senam pagi lalu memainkan games-games sederhana tapi seru yang diramu oleh divisi IS. Alhamdulillah kelompokku selalu menang hingga di hari terakhir kami kalah wkwkwkwkwk. Efek kekalahan kelompok ini disinyalir oleh kegiatan outdoor yang menurunkan rasa percaya diri anggota, apa itu? Nanti akan diceritakan hahaha.

Setelah berolahraga, kami diberikan waktu kurang lebih satu jam untuk mandi dan sarapan. Dan seriusan, waktu istirahat, mandi, makan, atau sholat selama PK itu berasa cepet banget. Jadi gak sempat deh yang namanya main hape atau ngobrol karena jadwalnya berasa ketat banget. Setelah sarapan dan mandi, kami kembali dikumpulkan ke aula WH untuk mengikuti sesi selanjutnya. Hingga malam lagi!

Jadi ya inti kegiatan PK itu adalah seneng-seneng, makan, seminar, seneng-seneng, makan, mengerjakan borang, tidur. Begitu terus selama 5 hari hingga jam 12-1 malam. Seneng sih tapi kadang ngantuk juga. Di Hari kedua, kenalanku mulai banyak dan kedekatan dengan anggota kelompok mulai terbina, istilahnya mulai kompak lah.

Terima kasih PK!!

Lanjut, di hari ketiga sebetulnya jadwalnya mirip juga sih. Olahraga, sarapan dan mandi, kelas, coffee break, kelas, sholat, dan Ini yang ditunggu-tunggu nih!

Jadi sebetulnya di hari kedua kalau engga hari pertama, PK kami mendapatkan masalah yang berujung pada reschedule pemateri PK. Sedih. Pasalnya setelah kegiatan usai, kami diberikan semacam test untuk menguji pemahaman terhadap LPDP dan juga teman-teman PK satu angkatan. Masalahnya adalah kami tidak berintegritas! Padahal kami sudah menandatangani pakta integritas. Jadi hari kedua PK itu drama banget deh.

Sebagian anggota PK saling menyalahkan atau kalau engga semakin memperkeruh suasana karena alasan-alasan yang bikin kami gak berintegritas. Dan apa mau dikata? Sebetulnya PK kami memiliki jadwal institutional visit, pemateri yang yahud, dan yah pokoknya rusak lah gara-gara hari kedua itu. Sampai si ketua angkatan sebel banget. Ya kami juga sebel gitu loh, Yang dimau apa sih? Perasaan udah heboh deh. Katanya kurang heboh lah, begini lah, begitu lah. Ya udah terserah.

Panahan Nih! Kalau PKmu?
Dan untungnya kekecewaan di hari kedua PK terbayar karena kami PANAHAN!! Ya, kegiatan PANAHAN ini engga ada di semua PK. Jadi memang apapun yang terjadi, senyumin aja. Awalnya kami dibagikan kaos LPDP warna biru, kupikir setelah kami mengakui kesalahan kami di hari kedua kami bakal diajak visit ke Kandang Jurank Doank. Eh ternyata berharap berlebihan itu gak boleh, kami cuma digiring ke tanah lapang dekat WH dan bermain PANAHAN. Awalnya gak excited tapi makin lama ternyata Panahan seru juga ya. Saking excitednya, kelompokku Pravit Asdhani menghilangkan 6 buah anak panah (termasuk aku) wkwkwkwkwk.

Gak institutional visit gakpapa yang penting PANAHAN!

Di hari ketiga juga, ada salah seorang anggota kelompokku bernama Mas Henry DP Sinaga berulang tahun. Beliau adalah salah satu staf kementrian keuangan, gajinya gak usah ditanya gedenya seberapa. Dan orangnya royal banget! Satu angkatan ditraktir Pizza!!

Gak ke KANDANG JURANK DOANK gakpapa yang penting DITRAKTIR PIZZA! 



Hari keempat engga kalah seru. Kami mendapatkan materi main-main selama 5 jam. Bayangkan 5 jam itu kelas kami diisi dengan main-main. Jadi pada waktu itu, pemateri kami adalah seorang peneliti mainan tradisional Dr. Zaini Alif, beliau juga pendiri komunitas HONG sebagai bentuk pelestarian mainan tradisional. Dan kelas Dr. Zaini waktu itu petjah banget! Gak akan ada di PK lain kegiatan main-main selama 5 jam seperti di PK-85 hahahahahaha

Gak dapat menteri gakpapa yang penting MAIN-MAIN!

Hari kelima merupakan hari penutupan. Antara senang dan sedih sih. Senang karena udah mau pulang, capek, pengen tidur di kasur rumah, udah sakit banget. Iya gara-gara panahan di bawah hujan dan kurang tidur efeknya adalah sebagian anggota PK-85 sakit flu. Sedih karena harus berpisah dengan keluarga baru. And guess what? Kebaperan Pasca-PK itu engga selesai-selesai loh! Buktikan sendiri deh.

Yah meskipun aku harus bilang kalau bonding antar-anggota kami engga terlalu kuat tapi keliatan banget sih dari orang-orangnya bahwa sebetulnya kami tuh peduli satu sama lain dan udah menganggap satu sama lain saudara. Atau mungkin perasaanku aja sih yang engga deket banget sama banyak orang wkwkwkwkwk. Maklum introvert.

Well, secara keseluruhan PK itu asyik kalau kita mau bikin asyik. PK itu menyengsarakan kalau kita menganggap itu menyengsarakan. PK itu ribet kalau kita gak patuh pada aturan. Dan yang paling penting PK itu mempersatukan kita semua.

P.S: Catatan versi VLOG ada di bawah

"Kita tidak pernah tahu di titik mana kita akan menginspirasi orang lain," M. Kamiluddin - PIC PK

Comments

  1. Assalamualaikum.wr.wb

    Semangat Pageeeeee Mba Agista..

    Salam kenal saya Yunan..
    ceritanya sy lagi cari info2 ttg Beasiswa LPDP dan search via google utk cari cth essay dan salah satu list di hal.1 google adalah Blog Mba Agista.

    Sbelumnya sy ucapkan SELAMAT ya Mba atas pencapaiannya..semoga dilancarkan setelahnya..amiiin

    Oiya Mba, sy mau mengajukan bbrapa prtanyaan ttg LPDP barangkali mba tau dan bersedia memberikan jawaban.. :)

    1. Kalo udah punya Uncond.LOA itu dilampirkan saat kapan?saat online atau dibawa saat sudah dinyatakan lolos seleksi administrasi?

    2. biasanya pendaftaran Univ dan pengumuman waktunya berdekatan..sedangkan LPDP mensyaratkan secepat2nya adalah 6bln utk intake, jadi LOA Unc.terasa tidak memungkinkan didapat utk diajukan ke persayaratan pendaftaran LPDP..menurut sepengalaman Mba Agista gmn?

    Begitu Mba sedikit pertanyaan saya..semoga Mba berkenan menjawab pertanyaan sy tadi.. :)

    terima kasih Mba Agista,

    Sekali lagi SELAMAT DAN SUKSES

    Wassalam.wr.wb

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waalaikumsalam Wr. Wb

      Terima kasih sudah mampir ke blog saya yang biasa-biasa aja ini.

      1. LOA Unconditional bisa langsung kamu lampirkan ketika kamu mendaftar administrasi LPDP atau kalau misal kamu dapatnya paralel dengan pendaftaran seleksi administratif ya bawa aja ketika kamu mendapatkan jadwal tes substantif

      2. Memang LoA unconditional yang disyaratkan oleh LPDP maksimal 6 bulan setelah batas akhir pendaftaran seleksi. Oleh sebab itu lebih baik kamu mendefer kuliah kamu atau lebih baik konsen cari beasiswanya aja dulu baru cari LoA.

      Semoga membantu

      Delete
  2. PK bikin Baper... apalagi pas baca ini :'(
    Anak 86 ke Pindam, 87 ke Kandank Jorank Doank, but 85 tetap keren deh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa mas, PK emang bikin baper sekali hehehe

      Delete

Post a Comment

Thank you for visiting my blog, kindly leave your comment below :)