[UPDATE] Susahnya Mendapatkan LoA Universitas di Jerman Untuk S2


Untuk menggapai cita-cita memang dibutuhkan perjuangan yang sangat berat. Tapi bagi kalian yang ingin melanjutkan kuliah di Jerman, apakah sudah siap untuk menghadapi segala halangan dan rintangan bahkan sebelum memulai studi? Bila siap, maka kamu boleh melanjutkan baca postingan ini. Sebab, ini adalah pengalaman paling berat, bikin depresi, dan paling berliku yang pernah aku alami.

Aku tidak bermaksud mengeluh dalam postingan ini tapi lebih bertujuan untuk berbagi pengalaman. Sebab di masa depan, siapa tahu ada yang mengalami hal yang sama denganku? Ingin kuliah di Jerman tapi minim informasi soal admissions di Universitas-Universitas mereka. Memang ada sejumlah blog yang membagikan pengalaman kuliah ke Jerman tapi kadang informasi yang dicari kurang detail. Misalnya berapa lama LoA Jerman keluar? Atau faktor apa yang membuat aplikasi kita ditolak oleh Universitas? Cara lain apa yang bisa ditempuh untuk mendapatkan LoA dari Universitas di Jerman untuk S2?

Jangan lupa untuk klik postingan sebelumnya:


Aku ingin betul-betul berbagi tentang pengalamanku sebagai seorang pemimpi untuk berkuliah di Jerman. Dalam postingan tersebut, kubeberkan secara gamblang mengapa aku memilih negeri Bavaria ini. Aku ingin menuliskan serangkaian jalur admissions di Universitas Jerman secara runut. Meski (kalau misal) nanti aku tak jadi ke Jerman, setidaknya postingan ini useful bagi kalian yang ingin menimba ilmu di negeri Thomas Mueller ini. P.S: Postingan ini ditulis saat aku masih belum mendapatkan LoA dari Jerman.

Yang pertama, saat aku mendaftar LPDP Universitas tujuan utamaku adalah Ulm Universitat. Universitas ini memiliki satu jurusan spesialisasi ekonomi, matematika, dan keuangan. Ada satu jurusan yang sangat aku minati yakni MSc Finance dengan mata kuliah Behavioral Finance, mata kuliah yang jarang ditemukan di universitas mana pun. Mengapa aku mengambil Behavioral Finance? Karena aku ingin membuat tesis yang merupakan lanjutan dari skripsiku yang meneliti tentang perilaku investor. Aku harap nantinya aku akan ahli di bidang behavioral finance, menurutku bidang ini akan berguna bagi masa depan Indonesia terutama di bidang manajemen keuangan dan portofolio pasar saham.

Ulm Universitat merupakan salah satu Universitas yang menggunakan jasa Uni-Assist dalam penerimaan mahasiswa. Itu artinya, aku harus membayar biaya pengecekan berkas di Uni-Assist dan harus melewati segambreng prosedur lain sebelum akhirnya aplikasiku diterima di Universitas. Uni-Assist menganggap bahwa aplikasi-ku bagus dengan standar nilai 1.4 Jerman (Good) dan langsung diteruskan di Universitas. Meski demikian, rupanya universitas tak menghendaki aplikasiku karena aku dianggap kurang dalam mata kuliah Matematika dan hitungan lainnya. Tak heran, memang di jurusan Akuntansi mata kuliah matematika murni tidak sebanyak di jurusan ekonomi.

Rejection e-mail dari Uni Ulm
Singkat kata, aplikasi-ku ditolak oleh Ulm Universitat. Surat rejection ini dikirim dalam bentuk hard copy oleh kampus dan baru sampai setelah satu bulan lamanya. Selain dikirim via hard copy, Ulm Universitat juga mengirimkan surat rejection dalam bentuk e-mail sehingga kandidat tidak merasa Harap-Harap Cemas.

Tips 1: Pastikan kamu berkorespondensi dengan admissions untuk melakukan preliminary check transkrip sebelum mendaftar. Dari korespondensi tersebut dapat diketahui seberapa besar peluangmu diterima di jurusan yang diinginkan. Note: Tak semua Universitas menyediakan opsi ini.

Setelah ditolak oleh Ulm Universitat, langkah kedua yang kutempuh adalah terus mencoba mendaftar Universitas lain. Total hingga saat ini ada 5 Universitas di Jerman yang aku apply (termasuk Ulm Universitat). Seperti yang kutulis dalam postingan ini, aku membuat daftar Universitas mana saja yang akan aku daftar. Bila sekiranya syaratnya agak memberatkan seperti via uni-assist langsung aku skip. Aku mendaftar ke Freiburg University, Tuebingen University, Heidelberg University, dan Goettingen University.

Syarat-syarat yang diberikan oleh Universitas tersebut tampaknya mudah untuk dipenuhi, pada faktanya tetap saja pendaftar harus bersaing dengan ketat untuk merebut tempat di sejumlah Universitas tersebut. Bahkan universitas kedua yang paling aku inginkan yakni Tuebingen University saja kemungkinan besar tidak menerima aplikasiku. 

Rejection Letter (Probably) dari Uni Tuebingen
Untuk mendaftar ke Tuebingen, kita tak perlu repot-repot menggunakan uni-assist. Universitas ini sudah menyediakan portal khusus pendaftaran online, usai mendaftar online maka pendaftar harus mengirimkan berkas hard copy ke Universitas dan menunggu hingga mendapatkan e-mail interview. E-mail interview ini dikirimkan untuk jurusan tertentu dan dilakukan pada tanggal tertentu. Sayangnya hingga saat ini aku belum mendapatkan e-mail interview dari Tuebingen Universitat dan kemungkinan besar aplikasiku tidak dipertimbangkan lebih jauh meski status di portal pendaftaran belum diubah menjadi REJECTED. 😢

Update terbaru, di Tuebingen University aku mendapatkan rejection letter setelah menunggu kurang lebih dua bulan. Alasan ditolaknya aplikasi adalah karena studi sebelumnya dianggap tidak linear dengan jurusan yang aku minati. Surat rejection ini diunggah oleh universitas di Portal pendaftaran. Jadi pada masa pengumuman baik LoA atau letter of rejection akan diunggah di portal tersebut.

 
Tips 2: Jangan sungkan untuk mencari kontak student/alumni Universitas terkait untuk mencari tahu soal penerbitan LoA. Jangan sungkan juga untuk mengontak admissions staff untuk mendapatkan kepastian apakah kita diterima atau tidak.

Dari situ sudah terlihat bahwa 2 dari 5 Universitas menolakku. Masih ada sekiranya 3 Universitas yang bisa diharapkan. Namun tak lama kemudian Goettingen University mengirimkan e-mail penolakan. Alasan penolakan aplikasi tersebut adalah keterlambatan dokumen yang diterima oleh Universitas. Deadline tanggal 15 Mei tapi dokumen hard copy baru sampai tanggal 16 Mei. Dan hal ini tak bisa diterima oleh Goettingen University.

Rejection Letter dari Uni Goettingen
Sebetulnya hal serupa juga terjadi pada Freiburg University, aku sempat putus asa karena pengiriman dokumen ke Goettingen dan Freiburg pada waktu memang lambat sekali. Biasanya aku kirim via pos ke Jerman, dokumen sampai dalam waktu 3 hari saja namun waktu itu memakan waktu lebih dari seminggu. Karena khawatir, aku mengirimkan e-mail ke masing-masing admissions. Freiburg University dapat menerima aplikasi karena masih dikirim sebelum deadline. Sementara Goettingen University tidak ingin menerima alasan apapun.

Tips 3: Pastikan kamu mengirim dokumen ke Jerman setidaknya dua minggu sebelum deadline agar aplikasi dapat diterima. Jangan satu minggu sebelumnya karena berisiko ditolak karena terlambat.

Dari 5 Universitas, pupus sudah harapanku di 3 Universitas. Sisa 2 Universitas lagi. Dan setelah menunggu kurang lebih satu bulan, University of Freiburg memberiku kabar baik sekaligus buruk. Tepat kemarin (28/06), Freiburg University mengirimiku dua e-mail. Satu menyatakan bahwa aplikasiku ditolak, yang kedua (dikirim dua menit kemudian) menyatakan bahwa aku diterima sebagai mahasiswa MSc Finance lengkap dengan LoA conditional.

Rejection Letter dari Uni Freiburg - Perhatikan waktunya
(!) LoA Conditional ini harus ditandatangani dan dikirimkan kembali ke Admissions Staff agar mereka dapat menerbitkan LoA Unconditional. Semacam surat pernyataan securing place/offer gitu.

Seperti yang bisa kalian duga, rasanya pasti bingung mendapatkan dua surat yang bertolak belakang seperti itu. Maka dari itu timbullah asumsi. Entah ini merupakan tindakan yang benar atau bagaimana, aku mengirimkan balasan e-mail pada admissions staff sekaligus menanyakan "Yang benar saya diterima atau tidak nih?" di e-mail rejection. Unfortunately, they told me I'm rejected.

Tapi yang membuat saya tidak lega adalah, Kenapa surat penerimaan justru dikirimkan lebih lambat daripada penolakan? Kalau misal saya benar-benar ditolak. Bagaimana bisa Universitas bagus di Jerman salah kirim LoA? This is not a joke, this is matter of life and death for me. Jadilah saya galau dan kalut tingkat dewa karena PHP ini.

Offer Letter dari Uni Freiburg yang bikin galau dan merasa ter-PHP tingkat dewa
Maka dari itu, aku langsung menghubungi sejumlah awardee LPDP termasuk yang sudah mendapatkan LoA conditional dari Freiburg. Mereka menyarankan saya untuk berkomunikasi lebih lanjut dengan admissions staff, masalahnya adalah admission yang senantiasa membalas e-mail e-mail saya adalah orang yang sama. Jeng Jeng! Jadi nothing to lose, aku coba masukan LoA conditional yang sudah aku tandatangani dan hope for the best. Kalau misal di-reject, ya udahlah takdir ya. Tapi siapa tahu bahwa memang saya betulan diterima di Freiburg kan? Who knows? #masihdenial

Tips 4: Pantang menyerah soal pendaftaran kuliah di Jerman. Sebab sejumlah rekan yang saya tahu juga ditolak berkali-kali saat mendaftar di Universitas Jerman. Beberapa faktornya adalah ketidak linearitasan bidang studi atau kekurangan jumlah tempuh mata kuliah seperti yang saya alami.

Kalau pun nanti saya di-reject betulan oleh Freiburg University, harapan saya tinggal satu yakni Heidelberg University. Pengumuman dari kampus ini pun masih sekitar pertengahan Juli nanti. Dan semoga the odds with me. Untuk menanggulangi segala ketidakpastian dan lika-liku ini, aku juga telah menyiapkan amunisi baru dengan mendaftar ke LMU Munchen yang deadline-nya jatuh pada tanggal 15 Juli nanti. Wish me luck!

Tips 5:  Kirimkan aplikasi sebanyak-banyaknya ke kampus-kampus Jerman. Untuk memperkecil risiko, coba juga kirimkan aplikasi ke kampus di negara lain. Sebab kita tak pernah tahu dimana rejeki kita berada.
 
LoA dari Queen Mary University London

Oh ya, selain ke Jerman saya juga berusaha memasukkan aplikasi ke negara-negara lain seperti Inggris dan Austria. Speaking of LoA, sebetulnya saya sudah mendapatkan unconditional LoA dari Queen Mary University London dan Wien University tapi atas dasar biaya kuliah di Jerman jauh lebih murah dan chance perpindahan universitas lebih besar diterima di Jerman, saya keep dulu LoA dari Universitas tersebut hingga tiba waktu bagi saya untuk bernegoisasi dengan LPDP. So, adios! Semoga informasi dalam blog ini berguna bagi kalian yang ingin melanjutkan studi ke Jerman.

Comments

  1. Hi, salam kenal! Kalau boleh tahu, Jusrusan S1 kamu apa? Saya sekarang lagi di semester terakhir jurusan Akuntansi di Amerika. Plan saya mau S2 ke Jerman jurusan Finance juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya S1 Akuntansi. Karena saya sudah mengalami pahitnya ditolak uni Jerman, saya sarankan ambil yang linear aja. Karena akuntansi kayaknya nggak dihitung linear ke finance.

      Delete
    2. Thank you sudah menjawab pertanyaan saya. Saya sudah check program S2 in English di Jerman, tapi untuk akuntansi mostly the program is taught in German language. Ada program S2 jurusan International Finance whereas some of the courses have accounting courses.

      Btw, accounting major in the university where I am studying currently, beberapa courses-nya in business core (non accounting) adalah Operation Management, Financial Management, Management Information System, & Strategic Management. Saya bingung juga untuk cari jurusan S2 in English untuk kuliah di Jerman karena optionnya gak banyak.

      Boleh tahu apa kamu sudah diterima salah satu Universitas di Jerman? In major apa? Thank you in advance!

      Delete
    3. Yap! Memang accounting Master di Jerman kebanyakan pakai bahasa Jerman. Oleh sebab itu saya nggak apply jurusan accounting sama sekali. Dan kebetulan saya juga menempuh mata kuliah business core sama seperti kamu.

      Masalahnya adalah saya nggak diterima di Uni Jerman karena sejumlah alasan yang sudah saya sebutkan di atas. Jadi, saran saya kalau mau ambil ke Jerman lebih baik disesuaikan aja misal mengambil jurusan business tapi kayaknya selama kamu bisa menyediakan hasil tes GRE/GMAT yang bagus bisa diterima di Jerman jurusan finance/ekonomi.

      Saya terakhir apply ke Heidelberg Uni, kans-nya besar tapi sampai sekarang saya belum dapat result. Coba kamu cek ke http://www.uni-heidelberg.de/fakultaeten/wiso/awi/studium/master/msc_admission.html

      Delete
    4. Thank you but informasinya, Agista! Blog kamu sangat membantu. Juga penjelasan dari kamu sangat bermanfaat sekali :-) Best luck for you! Keep update about your study in UK, yaa!

      Delete

Post a Comment

Thank you for visiting my blog, kindly leave your comment below :)