Pengalaman Pengajuan Pindah Universitas LPDP


Sebetulnya postingan soal pindah universitas LPDP sudah cukup banyak bertebaran di internet. Tapi nggak apa-apalah ya, nambah index Google aja. Barangkali ada yang nasibnya sama denganku dan membutuhkan informasi? Jadi nggak ada salahnya berbagi pengalaman. 

Nah, di sini seperti yang sudah aku janjikan di postingan ini aku akan membagikan cara perpindahan universitas berdasarkan pengalaman. Nggak tanggung-tanggung, pindah universitasku ini termasuk drastis dari negara super murah Jerman hingga ke negara super mahal, Inggris. Chance perpindahan dari Jerman ke Inggris pun terbilang nggak besar, I would say 10% (?) kurang dari 50% lah pokoknya.

Kenapa kurang dari 50%? Well, dari perbandingan biaya hidup saja sudah kelihatan Jerman 2 tahun kurang lebih menghabiskan biaya sekitar Rp 250 juta termasuk biaya hidup dan tuition fee (hitungan kasar). Sementara di Inggris yang pendidikan Master-nya rata-rata hanya 1 tahun bisa menghabiskan Rp 1-2 M. Nah, kira-kira kamu worth untuk beasiswa segitu nggak? I don't think I deserved that. Berhutang ke negara Rp 2 M itu harus benar-benar diwujudkan dalam bentuk kontribusi lho. Ya semoga kontribusiku nilainya mencapai itu atau bahkan lebih...


Tapi sekali lagi, manusia yang berencana tapi Tuhanlah yang menentukan. Aku harus banyak bersyukur karena Allah memudahkan jalanku pindah ini. Aku nggak pernah menyangka kalau perpindahan uni dari Jerman ke Inggris diterima. Kalau dipikir, mungkin faktor-faktor berikut berpengaruh: 1) Ranking universitas, ranking uni awal yang aku tuju 300-an dunia lalu pindah ke uni Inggris yang masuk 100 besar dunia; 2) Submit surat pindah uni yang mepet dengan deadline, SK pencarian LoA-ku berakhir pada awal September sementara aku baru masukkan izin pindah akhir Juli. Mungkin pertimbangan ini yang akhirnya membuat LPDP meloloskan permintaan pindah uni; 3) Kesesuaian Rencana Studi dengan jurusan, rencana studi awalku memang sudah membahas jurusan tertentu dan kebetulan ada jurusan yang linear dengan rencana itu; 4) Kekuatan doa dan usaha baik dari diri sendiri dan juga orangtua.

Lalu bagaimana cara mengajukan Pindah Universitas ke LPDP? (Yang notabene tidak menjamin perpindahan langsung diterima), ini dia step-nya:
  1. Siapkan dokumen pendukung pindah universitas sebelum mengirim ke LPDP DKP3, yakni surat pindah universitas, rencana studi baru, IELTS, LoA. Kamu bisa juga mencantumkan dokumen tambahan seperti artikel skripsi, rekomendasi dari dosen, rekomendasi dari awardee LPDP yang belajar di kampus bersangkutan, atau rekomendasi Atase Pendidikan (yang ini masih rumor sih).
  2. Surat pindah universitas mencakup nomor registrasi, perpindahan uni yang hendak dituju, lalu sejumlah alasan yang logis dan bisa meyakinkan LPDP bahwa kamu layak pindah di universitas tersebut. Jangan lupa untuk mencantumkan dokumen apa saja yang terlampir untuk mendukung alasan pindah uni ini. Contoh surat pindah universitas bisa kamu download di sini.
  3. Kalau menurutku juga, rencana studi baru sangat berpengaruh dalam perpindahan universitas. Pastikan kamu menulis rencana studi dalam kerangka: Latar belakang, Tujuan Studi, Perbandingan Biaya, Mata Kuliah Yang Akan Diambil, dan Manfaat Bidang Studi tersebut bagi Indonesia. Untuk contohnya bisa kamu cek di sini.
  4. Aku tidak mengirimkan rekomendasi dari siapapun, murni dokumen yang kumiliki sendiri dan alhamdulillah diterima oleh LPDP. Kalau kamu ingin meniru caraku, pastikan kalau rencana studi dan dokumen pendukung pribadi (artikel skripsi, LoA, dan IELTS) sudah mencukupi. Jadi tanpa perlu rekomendasi pun, surat perpindahan uni akan diterima.
  5. Saat mengirim e-mail pastikan kamu menuliskan subjek dengan benar. Jangan kosongan, jangan asal-asalan. Kita semua sudah dewasa, harusnya sudah mengerti fungsi subjek e-mail jadi pastikan kamu state tujuan e-mail itu apa, misalnya : PERMOHONAN PINDAH UNI - [Nama Kamu] kalau perlu tambahkan [No. Registrasi LPDP kamu] di Subjek.
  6. Tak hanya subjek, body e-mail juga penting jadi jangan diremehkan. Pastikan kamu state tujuan kamu menulis e-mail itu untuk pindah uni. Jangan lupa sertakan nama, no. registrasi, dan uni asal. Istilahnya body e-mail ini adalah cover letter, tentu orang LPDP akan lebih cepat memproses urusanmu kalau semua udah di-state dengan rapi, formal, dan jelas kan?
Waktu itu nggak perlu waktu lama dari LPDP untuk membalas e-mail pindah universitas yang aku kirimkan. Aku mengirimnya hari Minggu (23/08) dan Senin (24/08) langsung mendapatkan balasan bahwa permohonan pindah universitasku diproses. Berbeda banget dari curhatan teman-temanku yang pindah uni-nya tak kunjung diproses atau sekedar mendapatkan balasan dari Mbak Bunga. Bisa jadi: 1) Mereka mengajukan pindah uni saat high season (banyak permintaan) atau 2) E-mailnya nggak benar sehingga membuat Mbak Bunga malas memproses permohonan pindah tersebut.

Begitu diterima oleh Mbak Bunga, sebetulnya aku udah pasrah dan tidak berharap lebih. Apalagi surat-surat dan dokumen yang aku sertakan aku buat ala kadarnya. Alasan untuk pindah universitas pun terdengar klise dan kurang meyakinkan, jadi pastikan kalian bikin yang benar-benar meyakinkan ya! Jadi selama perpindahan uni-ku diproses aku cuma bisa menanti aja. Kalau diterima ya Alhamdulillah, engga ya udah nyari LoA lagi.

Tenang saja, LPDP baru akan menghentikan permohonan pindah universitas kalau permohonanmu sudah diterima. Kalau satu kali nyoba pindah uni tapi masih ditolak, maka kamu bisa mengajukan lagi. 

Awalnya pun aku berpikir kalau proses pindah uni-ku akan memakan waktu lama pula seperti yang sering dicurhatkan teman-temanku, hingga berbulan-bulan. Ada yang 1,5 bulan bahkan ada yang 3 bulan baru diproses, makanya aku slow banget. Ternyata dua minggu atau tepat 10 hari ya? Surat permohonan pindah universitasku selesai diproses.

Pada tanggal 2 Agustus 2017, DKP3 mengirimkan e-mail berisi bahwa perpindahan universitasku yang semula ke Jerman jadi ke Inggris disetujui! Well, agak kaget juga sih. Yang pertama rumor bahwa pindah ke Inggris kemungkinan besar ditolak itu tidak benar. Yang kedua rumor soal perpindahan universitas butuh waktu lama itu juga tidak selalu benar. Kayaknya memang semua tergantung doa dan amal ibadah 😅
 

Di hari yang sama, DKP2 langsung mengirimiku draft kontrak sekaligus memberiku akses ke SIPENDOB untuk mengurus keperluan dokumen seperti LoG atau LoS. Tak butuh waktu lama, segeralah kuurus semua itu agar segera mendapatkan visa. Hingga tulisan ini ditulis, draft kontrakku sudah selesai kutandatangani dan kukirim, sementara aku masih menunggu CAS untuk keperluan pengurusan visa selanjutnya. 

Sekali lagi, doakan lancar ya! Jangan lupa untuk membaca baik-baik agar perpindahan universitas kalian dilancarkan, cepat, dan mudah seperti pengalamanku.

Comments

  1. Dear Agista,

    Kamu mengajukan perpindahan uni ini setelah PK atau sebelum PK? Sebenarnya gapapa kan ya pindah uni setelah PK? makasi infonya yach ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setelah PK mbak. Nggak papa kok, yang penting alasannya masuk akal

      Delete

Post a Comment

Thank you for visiting my blog, kindly leave your comment below :)